Hasil Evaluasi Kemendagri: Anggaran Stunting APBD-P NTB 2025 Habis untuk Makan dan Biaya Rapat

Avatar

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan catatan keras kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah menemukan kejanggalan dalam hasil evaluasi  Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam laporan resmi itu, Kemendagri menyoroti alokasi Anggaran percepatan penurunan Stunting yang justru lebih banyak terserap untuk Belanja Rapat, Makan-Minum, dan perjalanan Dinas, ketimbang program pokok penanganan gizi buruk anak.

SUMBAWAPOST.com, Jakarta-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan catatan penting kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam hasil evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran Perubahan APBD 2025.

Melalui surat resmi bernomor 900.1.1.4/5504/Keuda tertanggal 22 Oktober 2025, yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah, Dr. Drs. Horas Panjaitan, M.Ec.Dev, Kemendagri memberikan sederet catatan tajam terhadap komposisi dan efektivitas alokasi belanja daerah NTB.

Dalam surat tersebut, Kemendagri menyoroti alokasi anggaran percepatan penurunan stunting di NTB yang mencapai Rp1,176 triliun atau 2,7% dari total belanja daerah, namun dinilai tidak proporsional antara belanja pokok dan belanja penunjang.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Sewa Alat Berat Dinas PUPR NTB Naik ke Penyidikan 

Pada beberapa sub kegiatan, seperti di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, belanja makanan-minuman rapat dan perjalanan dinas justru melonjak signifikan hingga 47,35% dari total kegiatan. Demikian pula di Dinas Kesehatan, belanja perjalanan dinas untuk paket meeting dalam kota mencapai Rp716,5 juta, sementara program pokok justru berkurang.

Kemendagri menilai, proporsi belanja penunjang lebih besar dari belanja pokok, sehingga dapat mengganggu capaian target kinerja program penurunan stunting.

“Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat harus memformulasikan kembali uraian belanja dengan memprioritaskan belanja pokok dibandingkan belanja penunjang,” tegas surat Kemendagri, mengacu pada Pasal 54 ayat (3) dan Pasal 97 PP Nomor 12 Tahun 2019 serta Permendagri Nomor 15 Tahun 2024.

Tak hanya soal stunting, Kemendagri juga menyoroti alokasi anggaran pengendalian inflasi NTB yang berkurang dari Rp97,26 miliar menjadi Rp88,97 miliar atau hanya 1,37% dari total belanja daerah.

Rincian kegiatan di beberapa SKPD seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Perdagangan, dinilai masih belum efisien. Misalnya, pada kegiatan operasi pasar, proporsi belanja penyelenggaraan acara mencapai 79% dari total kegiatan, jauh lebih besar dibanding belanja untuk penanganan langsung harga pangan di lapangan.

Baca Juga :  PANIK! Harga Melonjak, Bupati dan Wabup Sumbawa Barat Gelar Gerakan Pangan Murah di Taliwang

“Diindikasikan proporsi alokasi anggaran belanja penunjang lebih besar dibandingkan dengan alokasi anggaran belanja pokok pada masing-masing sub kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi,” tulis Kemendagri dalam surat tersebut.

Kemendagri pun mengingatkan agar Pemprov NTB menyusun ulang rincian anggaran dengan memperhatikan prinsip efektivitas, efisiensi, kepatutan, dan kewajaran penggunaan anggaran, sesuai PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang klasifikasi dan nomenklatur keuangan daerah.

Dalam bagian penutup, Kemendagri menekankan agar setiap program, terutama terkait penurunan stunting dan pengendalian inflasi, diarahkan untuk mendukung pencapaian prioritas nasional dan tidak terjebak dalam pemborosan kegiatan administratif.

“Pemerintah Daerah harus memprioritaskan alokasi belanja pokok guna mendukung capaian target kinerja program, kegiatan, dan sub kegiatan yang diharapkan,” tulis Kemendagri menegaskan.

Evaluasi keras ini menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat kini tak lagi main-main mengawasi APBD daerah, terutama dalam isu strategis yang menyangkut stunting, inflasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB