DPRD NTB Dukung Open Bidding Eselon II: Gubernur Iqbal Harus Buktikan Meritokrasi Bukan Sekadar Janji

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Rencana Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk mengisi sejumlah jabatan kosong eselon II melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding) mendapat sambutan positif dari Komisi I DPRD NTB yang membidangi urusan hukum dan pemerintahan.

Ketua Komisi I DPRD NTB, Mohammad Akri, menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat meritokrasi yang kerap digaungkan Gubernur Iqbal sejak masa kampanye.

“Publik sedang menunggu bukti nyata dari komitmen meritokrasi yang dijanjikan Pak Gubernur. Karena itu, kami mendukung penuh pengisian jabatan eselon II melalui proses open bidding,” tegas Akri, dalam keterangan yang diterima media ini, Jum’at 1 Agustus 2025.

Sekretaris DPW PPP NTB ini menambahkan, pengisian jabatan sebaiknya memprioritaskan para pejabat yang terdampak perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Namun, ia mengingatkan bahwa hingga kini Perda SOTK yang telah disahkan DPRD masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga :  PKS Kota Mataram Gelar Konsolidasi Demi Kokohkan Semangat Menangkan AQUR

“Kalau bisa, pelaksanaan panitia seleksi (pansel) dipertimbangkan lagi sebelum Perda SOTK resmi disahkan. Dengan begitu, pejabat yang terkena perampingan dapat ikut berkompetisi mengisi jabatan yang kosong dan sekarang masih dipegang oleh Plt,” jelasnya.

Politisi PPP ini juga mengingatkan agar proses seleksi tidak hanya menjadi simbol transparansi. Ia berharap pansel benar-benar independen dan objektif dalam menilai rekam jejak serta kompetensi setiap calon.

“Jabatan eselon II ini bukan hanya posisi administratif biasa, tetapi punya peran strategis untuk menerjemahkan visi kepala daerah menjadi program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Akri.

Baca Juga :  Ketua DPW PBB NTB Dukung Perempuan Pimpin Partai, Tegaskan Bentuk Solidaritas Gender

Menurutnya, pemilihan pejabat eselon II harus selaras dengan kebutuhan daerah, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pengelolaan keuangan daerah, hingga akselerasi digitalisasi birokrasi.

“Momentum seleksi terbuka ini harus jadi awal pembenahan menyeluruh birokrasi, tidak hanya di tingkat Pemprov, tapi juga di kabupaten/kota se-NTB,” tegasnya lagi.

Disinggung soal wacana pembentukan Posko Pengaduan dalam proses seleksi ASN, Akri menyebut hal tersebut tidak diperlukan.

“Kami percaya pada integritas pansel yang dibentuk oleh Gubernur. Lagi pula, keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang lolos seleksi, tetapi juga bagaimana mereka bekerja setelah menjabat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru