SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Barat- Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat sebagai salah satu lokasi prioritas Program Desa Berdaya Transformatif. Program unggulan ini difokuskan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi desa.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja bersama Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Ketua BAZNAS NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, serta sejumlah kepala perangkat daerah, Kamis (25/6/2026).
Desa Mekarsari dikenal sebagai sentra agroforestri dengan komoditas unggulan berupa durian, kelapa, dan nira. Namun besarnya potensi ekonomi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga kemiskinan ekstrem.
Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan jalan rusak menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Infrastruktur yang belum memadai dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan.
“Persoalan yang memberikan dampak sangat besar bagi masyarakat adalah akses jalan. Kita akan pikirkan secara serius dan mencari solusi terbaik agar dalam satu tahun ke depan akses jalan menuju wilayah ini dapat terselesaikan,” ujar Gubernur.
Menurutnya, pembangunan jalan akan membuka akses ekonomi yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual hasil pertanian masyarakat.
Selain persoalan infrastruktur, Pemerintah Provinsi NTB juga menargetkan percepatan pengurangan angka kemiskinan ekstrem di Desa Mekarsari. Berdasarkan data yang dihimpun, masih terdapat 134 warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Melalui Program Desa Berdaya Transformatif, pemerintah akan melakukan intervensi terpadu yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dunia usaha, perbankan, BUMN, hingga organisasi sosial.
Program tersebut mencakup bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, pendampingan masyarakat, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Potensi nira juga menjadi perhatian khusus Gubernur. Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang ekonomi yang jauh lebih besar apabila diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Produk nira segar memiliki peluang ekonomi yang jauh lebih besar. Jika dikelola dengan baik, hasil yang diterima masyarakat bisa meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hanya menjualnya dalam bentuk gula merah,” katanya.
Gubernur juga mendorong pengelolaan air bersih melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pelayanan kepada masyarakat lebih berkelanjutan.
Di bidang kesehatan, Desa Mekarsari mendapat apresiasi karena saat ini tidak memiliki kasus stunting. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.
Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB terhadap desanya.
Ia berharap dukungan terhadap pembangunan jalan, listrik, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus ditingkatkan agar kesejahteraan warga semakin meningkat.
Melalui Program Desa Berdaya Transformatif, Pemerintah Provinsi NTB optimistis Desa Mekarsari dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










