SUMBAWAPOST.com, Lombok Timur – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak para santri Ma’had Nahdlatul Wathan (NW) Anjani untuk menjadi generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.
Menurutnya, di era modern yang penuh tantangan, kecerdasan intelektual semata tidak lagi cukup untuk menjadi pemimpin dan pembimbing umat.
“Jadi cerdas secara intelektual saja tidak cukup. Hari ini, kalau ingin memimpin bangsa, mengarahkan umat, dan sukses, maka yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan emosional dan spiritual,” ujar Gubernur Iqbal dalam sambutannya pada Adz-Dzikrol Hauliyyah ke-60 Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Al-Majidiyyah Asy-Syafi’iyyah Nahdlatul Wathan Anjani, Senin (6/10).
Gubernur menjelaskan, zaman telah berubah dengan cepat. Dahulu, orang yang cerdas secara akademik mudah menjadi pemimpin, pejabat, atau orang sukses. Namun kini, kemajuan teknologi telah membuat hampir semua orang memiliki akses pengetahuan yang sama.
“Sekarang informasi apapun yang ingin kita ketahui bisa kita tanya di Google,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, yang membedakan manusia satu dengan yang lain bukan lagi sekadar pengetahuan, melainkan kemampuan mengendalikan diri dan menjaga keseimbangan hati.
Ia menegaskan bahwa kecerdasan emosional bersumber dari keimanan, sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Fath, bahwa ciri orang mukmin adalah hati yang tenang.
“Artinya, seorang mukmin itu cerdas secara emosional, karena ia mampu mengendalikan diri dan mengontrol hatinya,” ungkapnya.
Gubernur Iqbal pun menilai bahwa santri memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak kalangan lain yakni mereka belajar ilmu dunia sekaligus menanamkan nilai-nilai iman dan spiritualitas.
“Inilah kelebihan santri dan santriwati, mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga emosional dan spiritual,” ucapnya penuh kebanggaan.
Ia berharap, para santri dan alumni Ma’had NW Anjani dapat menjadi pemimpin umat dan pembawa pencerahan, yang menuntun masyarakat keluar dari berbagai bentuk keterpurukan moral maupun ekonomi.
Lebih jauh, Gubernur menyoroti kondisi umat Islam di Indonesia yang jumlahnya mayoritas, namun masih tertinggal secara ekonomi.
“Umat Islam jumlahnya paling banyak di Indonesia, tapi secara ekonomi masih berada di lapisan bawah. Karena itu, menjadi kewajiban kita untuk bersama-sama membangun, memberdayakan, dan mencerahkan umat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan doa dan harapan agar seluruh santri dan warga Nahdlatul Wathan terus menebarkan nilai Islam yang membawa rahmat bagi semesta.
“Saya menaruh harapan dan berdoa, insyaallah kita semua menjadi kelompok yang menyebarkan rahmat Allah, Rahmatan lil Alamin, Islam yang mencerahkan dan menyejukkan,” tutupnya.










