Gubernur Iqbal Minta Rekrutmen PPPK Dibuka Lagi, Sebut Lebih 60 Persen ASN NTB Tak Sesuai Kebutuhan Jabatan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 21:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., menyampaikan pandangannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (9/6/2026), terkait kebutuhan rekrutmen PPPK berbasis kompetensi dan penguatan birokrasi daerah.

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., menyampaikan pandangannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (9/6/2026), terkait kebutuhan rekrutmen PPPK berbasis kompetensi dan penguatan birokrasi daerah.

SUMBAWAPOST.com | Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, meminta pemerintah pusat memberikan relaksasi kepada pemerintah daerah untuk membuka kembali rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berbasis kompetensi. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI, Senin (8/6/2026).

Menurut Iqbal, pengangkatan 9.411 PPPK Paruh Waktu pada Desember 2025 dilakukan sebagai langkah penyelesaian tenaga honorer dan bukan berdasarkan kebutuhan kompetensi organisasi. Dampaknya, saat ini lebih dari 60 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB terdiri atas PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan jabatan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik di daerah.

“Kami setuju tidak ada rekrutmen ASN baru, tetapi daerah perlu diberi ruang merekrut PPPK yang memiliki keahlian dan profesionalisme sesuai kebutuhan pelayanan publik,” ujarnya.

Baca Juga :  ‘Lelah Ya Bang?’, Curhat Pedas Kadis DKP NTB: Semua Duit SDA Lari ke Pusat, Daerah Cuma Jaga

Menurut Iqbal, apabila rekrutmen ASN baru dihentikan tanpa memberikan solusi terhadap kebutuhan tenaga profesional di daerah, maka birokrasi berisiko mengalami kekurangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah tetap diberikan kewenangan untuk merekrut PPPK berdasarkan kebutuhan jabatan dan kompetensi yang diperlukan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menyoroti persoalan pengangkatan tenaga honorer di sejumlah daerah yang dinilai kerap tidak berbasis kompetensi.

Menurut Tito, praktik titip-menitip hingga keberadaan tenaga honorer warisanmenjadi salah satu penyebab menumpuknya pegawai yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Selain menyoroti persoalan kepegawaian, Gubernur Iqbal juga meminta pemerintah pusat memberikan kepastian terkait proyeksi Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :  Pencuri di Kota Bima Nyaris Tewas Dihajar Warga, Selamat Karena Ada Polisi

Menurutnya, kepastian tersebut sangat penting agar pemerintah daerah dapat menyusun perencanaan pembangunan dan penganggaran secara lebih akurat.

Iqbal mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya berhasil menekan belanja pegawai hingga sekitar 25 persen melalui berbagai langkah efisiensi birokrasi. Namun, pemotongan TKD sebesar Rp1,2 triliun dan kurang salur DBH sekitar Rp600 miliar menyebabkan persentase belanja pegawai kembali meningkat hingga sekitar 33 persen.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan proyeksi TKD dan DBH setidaknya untuk tiga tahun ke depan sehingga daerah memiliki kepastian dalam menyusun kebijakan fiskal dan memenuhi target belanja pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.

Usulan tersebut, menurut Iqbal, merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan birokrasi daerah tetap didukung tenaga profesional yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru