Fraksi PPR DPRD NTB Bongkar Borok PT GNE: Total Utang Rp32,7 Miliar, Rugi Rp3,37 Miliar, Masih Dapat Suntikan Rp8 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Pandangan kritis kembali mencuat dalam rapat paripurna DPRD NTB terkait Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Kali ini, giliran Fraksi Persatuan Perjuangan Restorasi (PPR) yang menyoroti sejumlah isu strategis, terutama alokasi penyertaan modal Rp 8 miliar kepada PT Gerbang NTB Emas (GNE).

Pandangan umum fraksi tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Fraksi PPR, Ir. Made Slamet, M.M., dalam rapat paripurna DPRD NTB yang berlangsung di Aula Rinjani, Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/9).

“Perubahan APBD bukan sekadar proses teknis. Ia adalah instrumen politik anggaran yang mencerminkan bagaimana sebuah pemerintahan membaca dinamika, menyesuaikan kebijakan, dan memastikan setiap rupiah memberi manfaat nyata bagi rakyat,” tegas Made Slamet membuka pandangan fraksi.

Menurut Fraksi PPR, APBD Perubahan 2025 menjadi momentum penting untuk membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menjawab berbagai tantangan nyata: mulai dari pemulihan ekonomi rakyat kecil, ketimpangan pelayanan publik, ancaman perubahan iklim dan bencana, hingga kebutuhan infrastruktur inklusif.

Baca Juga :  Hadapi Cuaca Ekstrim, Ini 4 Tips dari Polda NTB Untuk Menjaga Keselamatan Diri Anda

Namun demikian, sejumlah catatan kritis perlu diberikan, antara lain:

1. Penyertaan modal Rp 8 miliar ke PT GNE yang masih bermasalah dari sisi keuangan dan tata kelola,

2. Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dari Rp 500,97 miliar kini hanya tersisa Rp 16,41 miliar tanpa kejelasan penggunaan,

3. Polemik meritokrasi dalam birokrasi.

4. Pengelolaan aset daerah di Tiga Gili yang belum optimal.

5. Nasib 518 tenaga honorer Pemprov NTB yang masih menggantung.

6. Serta persoalan Dana Alokasi Khusus (DAK) sektor pendidikan yang belum tuntas dari tahun sebelumnya.

Fraksi PPR menilai kondisi PT GNE saat ini sedang dalam keadaan keuangan yang berat. Data menunjukkan:

1. Utang kepada lembaga pembiayaan mencapai Rp 26,7 miliar.

2. Tunggakan pajak tahun 2016-2017 senilai Rp 3,13 miliar dan pajak 2020 sebesar Rp 2,87 miliar.

3. Kerugian usaha 2024 sebesar Rp 3,37 miliar.

4. Piutang usaha ke pihak ketiga Rp 8,95 miliar, serta piutang lain-lain yang belum tertagih senilai Rp 11,86 miliar.

Baca Juga :  PT GNE Hampir Pingsan, Gubernur Iqbal Kirim ‘Vitamin Rp 8 Miliar’ Biar Hidup Lagi

Dengan kondisi itu, Fraksi PPR mempertanyakan urgensi dan arah kebijakan penyertaan modal Rp 8 miliar dalam APBD Perubahan 2025.

“Jangan sampai dana publik hanya digunakan untuk menutup persoalan lama tanpa strategi nyata memperbaiki kinerja perusahaan ke depan,” tegas Made Slamet.

Fraksi PPR meminta Gubernur NTB memberikan penjelasan konkret:

  1. Untuk tujuan apa tepatnya dana Rp 8 miliar akan digunakan? Apakah untuk membayar utang, melunasi pajak, menggaji karyawan, atau benar-benar memutar kembali roda usaha?
  2. Apakah penyertaan modal ini sudah dilengkapi dokumen pendukung berupa studi kelayakan usaha, analisis risiko, serta hasil audit BPK?
  3. Apa strategi penyehatan manajemen PT GNE agar dana tambahan benar-benar berdampak positif bagi kinerja perusahaan dan bermanfaat bagi masyarakat NTB?

Fraksi PPR menegaskan, kritik yang disampaikan bukan sekadar catatan, melainkan bentuk tanggung jawab agar arah APBD benar-benar menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar angka-angka di atas kertas.

 

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru