Ekonomi NTB Tumbuh Kuat 12,49 Persen di Akhir 2025, Pengangguran dan Kemiskinan Terus Menurun

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS NTB Drs. Wahyudin, M.M. menyampaikan Rilis Resmi Statistik Triwulan IV 2025 di Aula Tambora, Kantor BPS NTB, Kamis (5/2).

Kepala BPS NTB Drs. Wahyudin, M.M. menyampaikan Rilis Resmi Statistik Triwulan IV 2025 di Aula Tambora, Kantor BPS NTB, Kamis (5/2).

SUMBAWAPOST.com|Mataram-Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Hal tersebut terungkap dalam Rilis Resmi Statistik yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB di Aula Tambora, Kantor BPS NTB, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dr. Mahjulan, SP., MP., yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan data statistik dalam perumusan kebijakan pembangunan.

Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, M.M., dalam paparannya menyampaikan bahwa sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan IV Tahun 2025 tercatat sangat kuat, yakni 12,49 persen (year-on-year), 3,97 persen (quarter-to-quarter), dan 3,22 persen (cumulative-to-cumulative).

Baca Juga :  Bulan Oktober 2024, NTB Alami Inflasi Sebesar 1,44 Persen

“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di NTB terus bergerak positif dan mengalami penguatan dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Wahyudin.

Selain pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita NTB juga mengalami peningkatan. Pada Triwulan IV Tahun 2025, PDRB per kapita tercatat mencapai Rp33.667.000, meningkat dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini mencerminkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat secara agregat.

Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTB menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2025. BPS mencatat TPT sebesar 3,22 persen pada Februari 2025, turun menjadi 3,06 persen pada Agustus 2025, dan kembali menurun menjadi 3,05 persen pada November 2025.

“Penurunan tingkat pengangguran ini menandakan adanya perbaikan di pasar kerja serta meningkatnya serapan tenaga kerja,” jelas Wahyudin.

Baca Juga :  HMI Angkat Bicara Soal Kenaikan Tarif Parkir Dua Kali Lipat Dan Kebocoran Retribusi Parkir di Kota Mataram 

Sementara itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan. Berdasarkan data September 2025 (Triwulan III), persentase penduduk miskin di NTB tercatat 11,38 persen, menurun dari 11,78 persen pada Maret 2025, atau turun sebesar 0,40 persen.

Adapun tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio pada tahun 2025 berada pada angka 0,364, yang menunjukkan ketimpangan masih dalam kondisi relatif terkendali.

Mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dr. Mahjulan menegaskan bahwa data statistik tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Data BPS sangat krusial sebagai rujukan dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran, khususnya untuk memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB