SUMBAWAPOST.com|Mataram-Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Hal tersebut terungkap dalam Rilis Resmi Statistik yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB di Aula Tambora, Kantor BPS NTB, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dr. Mahjulan, SP., MP., yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan data statistik dalam perumusan kebijakan pembangunan.
Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, M.M., dalam paparannya menyampaikan bahwa sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan IV Tahun 2025 tercatat sangat kuat, yakni 12,49 persen (year-on-year), 3,97 persen (quarter-to-quarter), dan 3,22 persen (cumulative-to-cumulative).
“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di NTB terus bergerak positif dan mengalami penguatan dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Wahyudin.
Selain pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita NTB juga mengalami peningkatan. Pada Triwulan IV Tahun 2025, PDRB per kapita tercatat mencapai Rp33.667.000, meningkat dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini mencerminkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat secara agregat.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTB menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2025. BPS mencatat TPT sebesar 3,22 persen pada Februari 2025, turun menjadi 3,06 persen pada Agustus 2025, dan kembali menurun menjadi 3,05 persen pada November 2025.
“Penurunan tingkat pengangguran ini menandakan adanya perbaikan di pasar kerja serta meningkatnya serapan tenaga kerja,” jelas Wahyudin.
Sementara itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan. Berdasarkan data September 2025 (Triwulan III), persentase penduduk miskin di NTB tercatat 11,38 persen, menurun dari 11,78 persen pada Maret 2025, atau turun sebesar 0,40 persen.
Adapun tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio pada tahun 2025 berada pada angka 0,364, yang menunjukkan ketimpangan masih dalam kondisi relatif terkendali.
Mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dr. Mahjulan menegaskan bahwa data statistik tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Data BPS sangat krusial sebagai rujukan dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran, khususnya untuk memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










