Duit Rp130 Triliun Siap Mengucur, Mori Hanafi Desak Pemerintah Prioritaskan Sumbawa: Warga Sudah Setia, Giliran Negara Hadir

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta – Program ambisius 3 juta rumah untuk rakyat mendapatkan angin segar. Anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa sekaligus Ketua DPW Partai NasDem NTB, Mori Hanafi, menyambut positif langkah strategis BPI Danantara yang menyiapkan dana jumbo Rp130 triliun untuk menopang program pro-rakyat tersebut.

Menurut Mori Hanafi, kolaborasi antara sektor investasi dan program kerakyatan seperti ini merupakan langkah nyata membangun Indonesia dari pinggiran.

“Kami menyambut positif alokasi Rp130 triliun dari BPI Danantara. Ini bentuk konkret sinergi antara dunia usaha dan program kerakyatan. Komisi V DPR RI akan mengawal agar dana ini benar-benar tepat sasaran, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan daerah tertinggal,” tegas Mori Hanafi. Kepada media ini, Kamis (19/06).

Baca Juga :  Diduga Beton Abal-Abal Proyek Bintang Bano dan Pantai Gelora, Koalisi NTB Secara Resmi Laporkan Dugaan Korupsi Rp43 M ke KPK

Politisi asal Sumbawa ini menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah yang masih minim akses terhadap rumah layak huni, termasuk Pulau Sumbawa.

“Di Pulau Sumbawa, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak. Ini menjadi PR serius pemerintah. Apalagi mayoritas warga di sana adalah pemilih fanatik Pak Prabowo sejak awal. Sudah saatnya mereka mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” tegasnya.

Mori juga menyoroti pentingnya skema pembiayaan yang tidak memberatkan rakyat, khususnya
FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)

Baca Juga :  Wagub Ditunjuk Jadi Ketua Baru BKOW, Umi Dinda Siap Pimpin 38 Organisasi Perempuan NTB, Ini Agendanya

“Yang terpenting, skema FLPP ini jangan malah jadi beban baru. Harus jadi jembatan menuju rumah layak bagi masyarakat kecil. Karena itu, kami mendorong sinergi antara Kementerian PUPR, perbankan, dan pemerintah daerah agar birokrasi tidak menghambat,” pungkasnya.

Program 3 juta rumah menjadi salah satu agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo ke depan. Dukungan politik, dana investasi, dan pengawasan parlemen menjadi elemen penting untuk menjamin program ini tak sekadar janji manis di atas kertas.

Berita Terkait

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Wakil Ketua DPRD Lalu Wirajaya Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 551 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:19 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Berita Terbaru

Suasana diskusi antara Delegasi Konsulat Amerika Serikat dan Bupati serta perangkat daerah Kabupaten Sumbawa terkait tambang rakyat Lantung.

Pemerintahan

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:19 WIB