Drama SLB Diduga Fiktif di Bima: Sekolah Mati, Uangnya Masih Hidup, DPRD NTB Teriak, Baru Dikbud Bertindak

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menutup operasional Sekolah Luar Biasa (SLB) Nurul Ilmi di Bima. Penutupan dilakukan karena sekolah swasta tersebut sudah tidak aktif lagi, namun diduga masih menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dikbud NTB, Hj Eva Sofia Sari, mengatakan bahwa ada tiga SLB swasta di Bima yang menjadi sorotan, yakni SLB Bukit Bintang, Nurul Ilmi, dan Al Hikmah.

“Kami telah menindaklanjuti soal SLB swasta tersebut,” kata Eva saat dihubungi media ini kemarin.

Ia menjelaskan bahwa izin operasional SLB Nurul Ilmi telah resmi dicabut. Keputusan itu diambil setelah beberapa kali dilakukan kunjungan ke lokasi bersama KCD Kabupaten dan Kota Bima, pengawas, serta Ketua MKKS SLB, namun tidak ditemukan adanya proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Itu memang kami sudah tutup izin operasional, saya lupa tanggalnya. Saya punya dokumennya, karena dari beberapa kali kunjungan tidak ada memang kegiatan belajar mengajar,” ungkap Eva.

Pihak Yayasan Nurul Ilmi juga tidak membantah penutupan tersebut. Mereka mengakui sekolah sudah tidak menjalankan proses KBM dan menerima keputusan pencabutan izin.

“Pihak yayasan mengakui salah dan menerima dinonaktifkan untuk izin operasional. SLB itu sudah tidak ada di dapodik,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Luncurkan Revolusi SMK! Lulusan NTB Siap Serbu Pasar Kerja Global

Sementara untuk SLB Bukit Bintang, Eva menyebut pihaknya telah melakukan tindak lanjut dengan melakukan inspeksi lapangan bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Jadi mereka turun untuk mengaudit. Bukan lagi monev, tapi sudah diaudit,” tegasnya.

Namun, hingga saat ini Dikbud NTB masih menunggu hasil keputusan audit dari Kemendikdasmen.

“Terakhir kami tanya ke pusat, tanggal 17 April terkait putusan, tapi ketua tim auditor bilang tunggu putusan dari Bu Inspektur. Sampai saat ini belum ada putusan untuk SLB Bukit Bintang,” jelasnya.

Terkait SLB Al Hikmah, Eva membantah kabar bahwa sekolah tersebut tidak menjalankan KBM. Menurutnya, dari hasil kunjungan terakhir tim Dikbud, sekolah itu masih aktif.

“Itu ada kegiatan KBM dan selama ini yang diberitakan Al Hikmah itu tidak ada KBM, ya salah. Ada fotonya saat ujian sekolah dan itu tidak mati,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh SLB di NTB wajib melaporkan kegiatan harian, termasuk mengirimkan foto kegiatan KBM.

“Kalau Nurul Ilmi dan Bukit Bintang memang tidak ada laporan,” ungkapnya.

Untuk SLB Al Hikmah, lanjut Eva, kunjungan terakhir membuktikan adanya KBM yang didukung dengan dokumen.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan di Mataram Naik Level, Tersangka Resmi ‘Dioper’ ke Kejari

“Saya lihat dokumennya, ada KBM, guru kunjung juga ada. Siswanya ada, sekitar 11 orang,” ujarnya.

Mengenai laporan bahwa sejumlah SLB menaikkan jumlah siswa, Eva menegaskan tidak menolerir praktik semacam itu. Namun, tidak semua SLB melakukan hal tersebut.

“Memang saya salahkan teman-teman (menaikkan jumlah siswa). Tapi setelah saya tanyakan, mana sisanya, ternyata beberapa SLB bilang mereka ada guru kunjung, mereka berkunjung ke siswa. Karena mereka kendala transportasi, ada kok absennya ke rumah-rumah,” sebutnya.

Ia telah meminta seluruh SLB swasta untuk melaporkan jumlah siswa secara jujur dan sesuai data faktual ke dalam Dapodik.

“Jadi gak perlu lah banyak-banyak, harus sesuai faktual dan realita. Kalau memang sembilan, ya sembilan. Itupun sudah dihitung 60 siswa, kan begitu. Kita akan cek kembali ke Dapodik terkait jumlah siswa ini,” ujar Eva.

Terakhir, Eva meminta kepada anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah, yang sering menyoroti SLB, untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan warga.

“Masih banyak yang bagus-bagus dan aktif. Saya mengajak teman-teman SLB agar kalimat SLB fiktif tidak ada lagi. Saya minta giatkan lagi proses KBM di SLB swasta dan mereka berkomitmen,” tandasnya.

Berita Terkait

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya
Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral
Lombok Tengah Dominasi Selancar Porprov XII NTB 2026, Sabet Emas di Tiga Divisi PSOI
Porprov XII NTB 2026: PSOI Pertandingkan Tiga Divisi, 27 Atlet dari Enam Daerah Adu Kemampuan di Tanjung Aan
Kalungkan Medali di Porprov XII NTB, Anggota DPRD Dr. Syamsuriansyah Janji Kawal Pembinaan Atlet
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:44 WIB

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral

Berita Terbaru