Mataram| SUMBAWAPOST.com- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Aminurlah atau yang akrab disapa Aji Maman, menyoroti hasil pekerjaan serta realisasi anggaran proyek perbaikan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, ikon kebanggaan masyarakat NTB.
Sorotan tersebut muncul usai dirinya melaksanakan salat berjamaah di Masjid Islamic Center, Selasa (17/2/2026). Dari hasil pantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah persoalan teknis pada bangunan yang disebut telah selesai dikerjakan. Beberapa poin utama yang menjadi temuan antara lain kerusakan eskalator, kebocoran menara, serta fasilitas toilet yang dinilai belum layak.
“Eskalator, menara mau roboh, dan atapnya masih banyak yang bocor, tiga itu yang paling utama. Terus, yang mana yang diperbaiki? Masa uang sebanyak itu hanya untuk cat,” ujarnya.

Aji Maman mempertanyakan prosedur dan mekanisme pencairan anggaran pada proyek tersebut. Menurutnya, pencairan anggaran seharusnya mempertimbangkan kondisi akhir pekerjaan di lapangan.
“Saya hanya ingin tahu saja prosedur dan prosesnya sehingga dinas terkait berani mencairkan anggaran. Saya meminta penjelasan, pencairan seperti apa ketika pekerjaan masih banyak yang bocor-bocor,” katanya.

Ia menegaskan bahwa di tengah kondisi defisit anggaran dan kebijakan efisiensi, setiap proyek pembangunan wajib diawasi secara ketat agar tidak terjadi pencairan dana saat pekerjaan belum benar-benar tuntas.
“Di tengah defisit dan efisiensi seharusnya semua pekerjaan dan pembangunan itu harus diawasi dengan ketat, dan tidak mudah memproses pencairan ketika sebuah pekerjaan itu belum selesai atau masih bermasalah. Jangan mau diatur dan seenaknya, apalagi ini uang rakyat,” tegasnya.
Selain persoalan struktur bangunan, Aji Maman juga menyoroti kondisi fasilitas pendukung seperti toilet yang menurutnya masih bermasalah dan kurang terawat.
“Saya menyayangkan hal itu terjadi, apalagi toilet bermasalah. Ini tempat ibadah, tempat wisata religius. Orang lihat pertama itu bagaimana toiletnya. Kalau turun hujan banjir apakah hanya cat atau apa, dan masih banyak sarang laba-laba,” ujarnya.
Ia meminta dinas terkait memberikan penjelasan atas realisasi anggaran yang telah dicairkan meski pekerjaan masih menjadi sorotan publik.
Proyek Diklaim Sudah Rampung
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Islamic Center NTB, M. Yulian, menyampaikan bahwa proyek revitalisasi Islamic Center telah selesai dan telah dilakukan serah terima bangunan.
“Alhamdulillah semua sudah rampung. Sudah serah terima bangunan,” kata Yulian, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, kontraktor juga telah menuntaskan sejumlah temuan Inspektorat NTB, termasuk pembayaran denda keterlambatan sebesar Rp2,4 miliar.
Pagu anggaran proyek Islamic Center tercatat sebesar Rp14,900 miliar dengan nilai kontrak Rp14,152 miliar. Pekerjaan meliputi perbaikan menara 99 dan 66, pemasangan lift, renovasi atap, plafon, serta perbaikan eskalator. Berdasarkan kontrak, proyek memiliki waktu pengerjaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 15 Agustus 2024 hingga 12 Desember 2024.
Menanggapi klaim proyek yang sudah selesai, Aji Maman kembali menegaskan meminta inspektorat turun melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan.
“Kalaupun sudah serah terima, kenapa hasilnya seperti itu? Saya minta Inspektorat untuk turun dan cek soal itu. Harus diusut dan diperiksa pihak terkait,” tegasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










