SUMBAWAPOST.com, Mataram – Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjsaul Arief, S.Sos., menegaskan bahwa kekuatan sinergi antara tokoh masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan adalah fondasi utama menjaga stabilitas Nusa Tenggara Barat.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara silaturahmi strategis yang digelar Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Sabtu (30/08/25). Pertemuan ini mempertemukan seluruh unsur penting daerah, mulai dari jajaran TNI/Polri, pimpinan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga akademisi.
Acara tersebut menjadi momen krusial pasca-terjadinya aksi anarkis di beberapa titik wilayah NTB. Dalam sambutannya, Brigjen TNI Moch. Sjsaul Arief menegaskan perlunya kebersamaan menghadapi potensi gangguan keamanan.
“Situasi yang kita hadapi saat ini adalah situasi nasional. Namun, yang utama adalah bagaimana kita mengamankan daerah atau kampung kita sendiri,”pesan Brigjen TNI Moch. Sjsaul Arief.
Ia menegaskan bahwa TNI tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dibutuhkan untuk menciptakan kondisi NTB yang damai dan kondusif.
“Oleh karena itu, saya memohon kerja sama dan bantuan dari para tokoh. Mari kita bersama-sama bekerja sama agar NTB ke depan aman dan semakin maju,” tambahnya.
Pertemuan ini dihadiri sekitar 80 tokoh penting di NTB, termasuk Wakil Gubernur, para bupati dan wali kota, rektor perguruan tinggi, serta pemuka agama. Dari forum ini, lahir kesepakatan bersama untuk menolak segala bentuk aksi kekerasan dan unjuk rasa anarkis.
Para tokoh juga diajak aktif menyebarkan pesan damai melalui berbagai kanal, seperti mimbar masjid, media sosial, dan komunitas lokal. Tak hanya itu, para pemuka agama dan akademisi diminta meningkatkan edukasi wawasan kebangsaan kepada santri dan mahasiswa. Langkah ini dianggap penting untuk membangun semangat cinta tanah air dan mencegah provokasi isu-isu yang memecah belah masyarakat.
Brigjen TNI Moch. Sjsaul Arief menekankan, kondusivitas keamanan adalah syarat utama percepatan pembangunan NTB. Dengan sinergi yang solid antara aparat keamanan dan masyarakat, roda ekonomi diharapkan bisa berputar lebih cepat, terutama setelah dinamika Pilkada dan Pemilu.
“Jika keamanan kita terjaga, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.










