Bukan Single Fighter, Sinta M. Iqbal Ajak Posyandu NTB Main Tim demi Layanan Kesehatan Mantap

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Ketua TP Posyandu Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan bahwa era kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri sudah berakhir. Menurutnya, tantangan kesehatan masyarakat saat ini hanya bisa dihadapi dengan kolaborasi erat, terintegrasi, dan terstruktur dari semua pihak.

Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka Workshop Penguatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Lombok Tengah di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat, Selasa (5/8). Acara ini dihadiri Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Lalu Hamdi, dan Kepala Dinas PMD Lombok Tengah, Lalu Rinjani.

Baca Juga :  TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif

Workshop yang diikuti Tim Pembina Posyandu dari 12 kecamatan, tim pendamping desa, serta perwakilan Puskesmas itu berfokus pada penguatan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu.

Sinta menekankan perlunya inovasi dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli kesehatan dan rutin memanfaatkan layanan Posyandu. Salah satunya dengan membagi wilayah operasional Lombok Tengah menjadi tiga zona, disesuaikan dengan karakteristik dan tantangan di setiap daerah.

“Harapan kami, gerakan TP Posyandu dari tingkat kecamatan hingga desa dapat lebih tepat sasaran dengan cara yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal ‘Nyetrum’ Unram: Kalau Bali Punya Pantai, NTB Punya Energi

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dari tingkat provinsi sampai desa. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan memastikan program Posyandu berjalan terarah, berbasis data lapangan, dan menghindari gerakan sporadis.

“Kita harus bergerak step by step dengan informasi akurat dari desa, agar program tidak hanya berjalan, tapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Wakil Ketua DPRD Lalu Wirajaya Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:19 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Berita Terbaru

Suasana diskusi antara Delegasi Konsulat Amerika Serikat dan Bupati serta perangkat daerah Kabupaten Sumbawa terkait tambang rakyat Lantung.

Pemerintahan

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:19 WIB