Bukan Nunggu Ojek, Pasangan Suami Istri di Kota Mataram Kepergok Nunggu Pembeli Sabu

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kalau biasanya pasangan suami istri menunggu pelanggan di warung kopi, yang satu ini justru diduga menunggu ‘pelanggan’ sabu. Drama rumah tangga berbalut kriminal ini terbongkar setelah Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram meringkus R dan SR, warga Kecamatan Ampenan, Senin (11/8/2025) di depan sebuah pertokoan di Jalan Energi.

Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH., MH., mengungkapkan, penangkapan bermula dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas pasangan tersebut. “Bukan model jualan biasa, mereka ini seperti menunggu yang tak kunjung datang, ternyata yang datang malah polisi,” ujar AKP Bagus.

Baca Juga :  Ketua PSOI NTB Dorong Pengembangan Surfing dan Pembinaan Atlet Muda di Desa Labuhan Kertasari Sumbawa Barat 

Tim yang sudah mengintai langsung mengamankan keduanya dan melakukan penggeledahan di lokasi serta di rumah. Hasilnya? Polisi menemukan sabu seberat 0,44 gram plus alat komunikasi yang diduga dipakai buat transaksi.

Baca Juga :  Jembatan Ujung Kalate Roboh, Bupati dan Wabup Bima Turun Tangan Pastikan Perbaikan Cepat

“Kami masih selidiki peran mereka di jaringan peredaran narkotika di Kota Mataram. Bisa saja ada pemain lain yang lebih besar,” jelasnya.

Kini, cinta mereka harus diuji di balik jeruji, bukan di pelaminan. Keduanya terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru