BRIN Pilih KPU NTB Jadi Kajian Nasional, Pengalaman Pemilu NTB Jadi Referensi Demokrasi Indonesia

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU Provinsi NTB M. Khuwailid bersama tim peneliti BRIN saat kegiatan validasi data dan pengumpulan informasi terkait penguatan kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu di Kantor KPU NTB, Mataram.

Ketua KPU Provinsi NTB M. Khuwailid bersama tim peneliti BRIN saat kegiatan validasi data dan pengumpulan informasi terkait penguatan kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu di Kantor KPU NTB, Mataram.

SUMBAWAPOST.com|™ Mataram-Kinerja dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu serta Pilkada di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat perhatian khusus di tingkat nasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memilih KPU Provinsi NTB sebagai salah satu lokus kajian nasional dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu di Indonesia.

Melalui kegiatan validasi data dan pengumpulan informasi yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026, BRIN menjadikan pengalaman, praktik kelembagaan, serta berbagai inovasi yang dilakukan KPU NTB sebagai bahan penelitian untuk merumuskan rekomendasi strategis bagi penyelenggaraan Pemilu Nasional di masa mendatang.

Kajian ini menjadi bagian dari upaya BRIN untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kapasitas kelembagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya sebagai penyelenggara pemilu yang profesional, independen, dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Provinsi NTB, M. Khuwailid, memaparkan berbagai pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan selama penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di NTB. Berbagai aspek mulai dari penguatan kelembagaan, tata kelola organisasi, hingga pengalaman teknis penyelenggaraan pemilu menjadi bagian dari diskusi bersama tim peneliti BRIN.

Baca Juga :  Ada 4 Kabupaten 1 Kota di NTB, Warga Meninggal Masih Tercatat Sebagai Pemilih Pilkada 2024

“Pengalaman penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di NTB menjadi bagian penting yang kami sampaikan sebagai praktik baik untuk mendukung penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu di Indonesia,” ujar Ketua KPU NTB, M. Khuwailid.

Tim peneliti BRIN yang terdiri dari Novi Savarianti Fahrani dan Sharah Nataz Shilfa dari Direktorat Kebijakan Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan melakukan serangkaian kegiatan pengumpulan data, validasi informasi, serta diskusi mendalam bersama jajaran KPU Provinsi NTB.

Menurut tim peneliti BRIN, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kapasitas kelembagaan KPU dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangannya sebagai penyelenggara pemilu.

“Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai kapasitas kelembagaan KPU dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangannya sebagai penyelenggara pemilu,” ungkap tim peneliti BRIN.

Baca Juga :  KPU NTB Gandeng BKKBN, Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilih Pemula

Dipilihnya KPU NTB sebagai bagian dari kajian nasional menunjukkan bahwa pengalaman penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di daerah memiliki kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan demokrasi nasional. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat sistem kepemiluan Indonesia agar semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan demokrasi ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh anggota KPU Provinsi NTB, Sekretaris KPU Provinsi NTB, serta para pejabat struktural yang memberikan berbagai data, informasi, dan masukan kepada tim peneliti BRIN.

Melalui kajian ini, BRIN diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat kelembagaan penyelenggara pemilu sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Pengalaman KPU NTB pun berpeluang menjadi salah satu referensi penting dalam pembangunan sistem pemilu yang semakin efektif, transparan, dan dipercaya masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Wagub NTB Buka Lomba Tradisional Antar-OPD, ASN Diminta Junjung Sportivitas
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka

Berita Terbaru

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB