SUMBAWAPOST.com|Mataram- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan komoditas lokal melalui penguatan riset berbasis hilirisasi.
Pada Kamis (29/1/2026), BRIDA NTB mengembangkan riset hilirisasi kelor dan rumput laut untuk pencegahan stunting serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus riset implementasi produk turunan nira aren guna memperkuat produk unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi BRIDA NTB dalam menjawab tantangan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi komoditas lokal yang melimpah di daerah.
Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa hasil riset tidak boleh berhenti pada tataran kajian akademik semata, melainkan harus memiliki konsep yang jelas dari hulu hingga hilir agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hasil riset ini betul-betul harus punya konsep bagaimana mewujudkan suatu produk yang berdaya guna, efektif dan efisien, berdampak, dan mampu bersaing secara nasional dan global, juga layak dilempar ke pasar dengan standar dan SOP yang bisa mengangkat potensi daerah kita,” ujar Aryadi saat membuka kegiatan.
Aryadi menekankan, riset yang dikembangkan diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang luas, baik dari sisi ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, maupun dari sisi sosial dengan membuka lapangan kerja baru serta manfaat positif lainnya.
Dalam riset tersebut, komoditas nira aren yang selama ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku gula aren, gula semut, dan minuman tradisional seperti tuak dengan umur simpan relatif pendek, dikembangkan melalui formulasi tertentu. Hasilnya, nira aren diolah menjadi minuman segar dan sirup nira premium dengan daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
Selain itu, riset juga menghasilkan diversifikasi produk dari kelor dan rumput laut dalam berbagai varian inovatif, seperti tepung kelor, serta aneka olahan pangan bergizi berupa nugget, bakso, jelly, dan yoghurt. Produk-produk ini dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan implementasi Program MBG.
Melalui pengembangan riset berbasis hilirisasi ini, BRIDA NTB berharap komoditas lokal tidak hanya menjadi bahan mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk unggulan bernilai tambah tinggi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










