BRIDA NTB Kembangkan Hilirisasi Kelor, Rumput Laut, dan Nira Aren untuk Cegah Stunting dan Dukung MBG

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIDA Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi saat membuka kegiatan riset hilirisasi kelor, rumput laut, dan nira aren untuk mendukung pencegahan stunting serta Program Makan Bergizi Gratis di NTB.

Kepala BRIDA Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi saat membuka kegiatan riset hilirisasi kelor, rumput laut, dan nira aren untuk mendukung pencegahan stunting serta Program Makan Bergizi Gratis di NTB.

SUMBAWAPOST.com|Mataram- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan komoditas lokal melalui penguatan riset berbasis hilirisasi.

Pada Kamis (29/1/2026), BRIDA NTB mengembangkan riset hilirisasi kelor dan rumput laut untuk pencegahan stunting serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus riset implementasi produk turunan nira aren guna memperkuat produk unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BRIDA NTB dalam menjawab tantangan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi komoditas lokal yang melimpah di daerah.

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa hasil riset tidak boleh berhenti pada tataran kajian akademik semata, melainkan harus memiliki konsep yang jelas dari hulu hingga hilir agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hasil riset ini betul-betul harus punya konsep bagaimana mewujudkan suatu produk yang berdaya guna, efektif dan efisien, berdampak, dan mampu bersaing secara nasional dan global, juga layak dilempar ke pasar dengan standar dan SOP yang bisa mengangkat potensi daerah kita,” ujar Aryadi saat membuka kegiatan.

Aryadi menekankan, riset yang dikembangkan diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang luas, baik dari sisi ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, maupun dari sisi sosial dengan membuka lapangan kerja baru serta manfaat positif lainnya.

Dalam riset tersebut, komoditas nira aren yang selama ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku gula aren, gula semut, dan minuman tradisional seperti tuak dengan umur simpan relatif pendek, dikembangkan melalui formulasi tertentu. Hasilnya, nira aren diolah menjadi minuman segar dan sirup nira premium dengan daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.

Baca Juga :  BRIDA NTB Tetapkan 15 Pemenang Sayembara Riset Peneliti Muda 2026 dari 230 Proposal

Selain itu, riset juga menghasilkan diversifikasi produk dari kelor dan rumput laut dalam berbagai varian inovatif, seperti tepung kelor, serta aneka olahan pangan bergizi berupa nugget, bakso, jelly, dan yoghurt. Produk-produk ini dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan implementasi Program MBG.

Melalui pengembangan riset berbasis hilirisasi ini, BRIDA NTB berharap komoditas lokal tidak hanya menjadi bahan mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk unggulan bernilai tambah tinggi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru