Bikin Stiker VIP Palsu MotoGP Mandalika, Pemilik Percetakan di Mataram Akhirnya Jadi ‘Tamu VIP’ di Sel Polisi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2025 ternyata tak hanya menyedot perhatian para pecinta otomotif, tapi juga dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dengan cara curang.
Seorang pria berinisial MSU (34), asal Jawa yang tinggal di Lombok Tengah, diringkus Tim Resmob dan Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram karena diduga menjadi otak pemalsuan stiker kendaraan VIP (Indonesia GP 2025) atau Car Pass VIP Indonesia GP 2025.

Pelaku ditangkap pada Senin (6/10/2025) di wilayah Dasan Cermen, Cakranegara, tempat ia menjalankan usaha percetakan. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif menindaklanjuti laporan resmi dari Tim Organising Committee Indonesia GP 2025 (ITDC-MGPA) yang masuk ke Polresta Mataram pada 3 Oktober 2025, bertepatan dengan hari pertama gelaran MotoGP.

Baca Juga :  Wartawan Ditampar dan Diintimidasi di Lombok Tengah, PWI NTB Turun Tangan Desak Polisi Gunakan UU Pers

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili, S.Tr.K., S.I.K., melalui Kanit Tipidter Ipda Imamul Ahyar, S.H., membenarkan penangkapan tersebut.

“Setelah serangkaian penyelidikan, kami berhasil mengamankan terduga pelaku di lokasi usahanya. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah memproduksi stiker palsu tersebut atas pesanan dua orang berinisial N dan A,” ujar Ipda Imamul Ahyar.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa kedua pemesan masing-masing memesan 50 lembar stiker VIP untuk kendaraan mereka dengan harga Rp50 ribu per lembar. MSU mencetak sendiri seluruh stiker palsu itu menggunakan peralatan percetakan di tokonya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Iqbal Keluarkan 3 Instruksi Soal Insiden Rumah Singgah RSUD, Wagub Umi Dinda Segera Tindaklanjuti

“Yang lebih mengejutkan, terduga mengaku sudah dua kali musim MotoGP berturut-turut membuat stiker palsu serupa, dan pemesannya masih orang yang sama,” tambah Ipda Imamul Ahyar.

Akibat ulah tersebut, pihak penyelenggara mengalami kerugian hingga Rp1,14 miliar, karena stiker palsu itu berpotensi disalahgunakan untuk mengakses area eksklusif di sekitar sirkuit. Dari lokasi percetakan, polisi mengamankan puluhan lembar stiker palsu bertuliskan ‘Indonesia GP 2025’ sebagai barang bukti.

Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polresta Mataram untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

Berita Terkait

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:24 WIB

Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Berita Terbaru