SUMBAWAPOST.com, Mataram- Penantian panjang soal batas wilayah antara Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat akhirnya tuntas. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama kedua pemerintah kabupaten resmi menandatangani Berita Acara Kesepakatan Bersama terkait penetapan batas daerah, Kamis (29/8), di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB.
Dalam momen bersejarah ini, penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. Hadir pula Pj. Sekda NTB Lalu Moh. Faozal, Sekda Lombok Barat Ilham, Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, serta Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah.
Kesepakatan ini menyelesaikan persoalan perbatasan antara Desa Buwun Mas di Lombok Barat dan Desa Montong Ajan di Lombok Tengah, yang selama ini kerap menimbulkan tarik-menarik kepentingan dan ketidakpastian status lahan.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan titik balik penting bagi masyarakat dan daerah.
“Mulai hari ini, kita tidak lagi menghabiskan energi untuk mempersoalkan batas. Sekarang saatnya fokus membangun daerah dan membuka ruang investasi seluas-luasnya,” tegasnya.
Menurutnya, tercapainya kesepakatan ini merupakan hasil kerja sama dan kebijaksanaan para kepala daerah.
“Ini bukan karena gubernurnya hebat, tapi karena kita punya dua bupati yang mau mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan ego masing-masing. Selama ada komitmen untuk memberikan kepastian hukum bagi investor, jalan keluar pasti bisa ditemukan,” jelasnya.
Iqbal juga berharap keputusan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
“Hari ini hidup mereka lebih jelas. Setidaknya, mereka tahu di mana batas Lombok Barat dan Lombok Tengah. Semoga keputusan ini jadi amal jariyah dan keberkahannya dirasakan langsung oleh warga,” tambahnya.
Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan penyelesaian masalah ini.
“Apa yang dilakukan Pemprov NTB bersama Lombok Barat dan Lombok Tengah akan kami jadikan role model bagi daerah lain. Alhamdulillah, hari ini Lombok menjadi contoh terbaik penyelesaian batas wilayah di Indonesia,” ungkapnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis proses pembangunan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih lancar, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di kedua kabupaten.










