SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Antrean Panjang Kendaraan di lintasan penyeberangan Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Waktu tunggu kendaraan yang mencapai dua hingga tiga jam pada kondisi tertentu membuat kelancaran penyeberangan di jalur penghubung Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tersebut terganggu.
Pemprov NTB pun mulai mengambil langkah untuk mengurai persoalan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah faktor terungkap menjadi penyebab penumpukan kendaraan, mulai dari pengetatan pemeriksaan manifest penumpang dan kendaraan, gangguan teknis kapal, hingga cuaca ekstrem.
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi resmi Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, persoalan antrean tidak disebabkan oleh satu faktor saja.
Salah satu penyebabnya adalah pengetatan verifikasi manifest penumpang dan kendaraan oleh Syahbandar pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP).
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari peningkatan pengawasan keselamatan pelayaran oleh Kementerian Perhubungan, terutama setelah sejumlah insiden kecelakaan kapal menjadi perhatian nasional.
Dalam prosedur tersebut, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) baru dapat diterbitkan setelah proses verifikasi manifest selesai dilakukan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kesesuaian data penumpang dan kendaraan dengan kondisi sebenarnya sebelum kapal diberangkatkan.
Namun, proses pemeriksaan yang lebih ketat turut berdampak pada waktu keberangkatan kapal sehingga memicu penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
“Verifikasi manifest merupakan bagian penting dari pengawasan keselamatan pelayaran. Proses ini harus dilakukan secara cermat dan sesuai ketentuan. Namun, kita juga perlu mencari solusi agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif sehingga tidak menimbulkan waktu tunggu yang terlalu lama bagi masyarakat,” ujar Aka, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini. Rabu (4/11/2026).
Kondisi semakin diperparah oleh cuaca ekstrem selama sekitar tiga pekan terakhir. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat operasional kapal harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.
- Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
- Australia Lirik Potensi NTB, Dubes Roderick Bidik Kerja Sama Pariwisata, Pendidikan hingga Penerbangan
- Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelayakan operasional kapal, demi melindungi penumpang, awak kapal, serta kendaraan yang diangkut.
Ahsanul Khalik menegaskan, Pemprov NTB memahami ketidaknyamanan masyarakat akibat antrean panjang yang terjadi di lintasan Kayangan–Poto Tano.
Karena itu, diperlukan koordinasi lintas pihak untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari langkah penyelesaian yang dapat segera diterapkan.
Sebagai langkah konkret, Dinas Perhubungan NTB berencana menggelar pertemuan pada Senin mendatang dengan melibatkan Syahbandar pada KUPP, PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator penyeberangan, serta GAPASDAP.
Pertemuan tersebut akan difokuskan pada evaluasi operasional penyeberangan, kesiapan armada, proses pelayanan, hingga langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Yang kita inginkan adalah solusi konkret. Keselamatan pelayaran harus tetap menjadi prioritas, tetapi kelancaran pelayanan dan kenyamanan masyarakat juga tidak boleh diabaikan. Karena itu, seluruh pihak akan kita ajak duduk bersama untuk mengevaluasi kondisi ini dan merumuskan langkah perbaikan,” tegasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











