Anggota DPRD NTB Abdul Rauf: Demo Rusuh Bukan Salah Rakyat, Tapi Karena Pemerintah yang Diam

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 05:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Dapil NTB VI (Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima), Abdul Rauf, melontarkan pernyataan tegas dan mengejutkan terkait maraknya demonstrasi anarkis yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, gelombang unjuk rasa yang berujung pada kekerasan bukanlah bentuk karakter asli masyarakat, melainkan akumulasi frustrasi akibat kegagalan pemerintah dalam merespons aspirasi rakyat.

“Anarkisme bukan watak dasar masyarakat kita. Ini cermin dari kekecewaan mendalam karena pemerintah lamban, tertutup, dan tidak solutif dalam menangani persoalan masyarakat. Demo rusuh bukan Salah Rakyat, tapi Pemerintah yang diam, termasuk soal pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS),” tegas Abdul Rauf. Sabtu (31/05).

Baca Juga :  Ekonomi NTB Tumbuh Kuat 12,49 Persen di Akhir 2025, Pengangguran dan Kemiskinan Terus Menurun

Rauf menyebut bahwa ketika suara rakyat terus diabaikan, ruang dialog berubah menjadi ruang ledakan emosi. Ia menyindir bahwa pemerintah seolah memilih menjadi tuli terhadap keluhan yang terus disuarakan masyarakat.

“Kalau pemerintah terus menutup telinga, jangan salahkan rakyat jika mereka akhirnya berteriak dengan cara yang tidak diinginkan siapa pun,” lanjutnya.

Sebagai pembanding, Abdul Rauf mengangkat contoh konkret dari wilayah Pantai Wane yang dulu dikenal sebagai kawasan paling ‘brutal’. Berkat kepemimpinan lokal seperti Ompu Jalo, kawasan tersebut kini menjadi salah satu daerah yang aman dan tertib.

Baca Juga :  Ketua DPRD Isvie Rupaeda: Kebangkitan Nasional Jangan Berhenti Jadi Seremoni, NTB Harus Bangkit dari Kemiskinan hingga Krisis Moral

“Dulu Pantai Wane ditakuti, sekarang kita bangga. Ini bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, wilayah keras pun bisa jadi damai. Jadi, bukan watak rakyat yang bermasalah, tapi bagaimana kita memperlakukan mereka yang sering diabaikan,”terang Duta Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, Abdul Rauf mengingatkan pemerintah untuk tidak lagi menganggap kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai amunisi untuk perbaikan. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mencegah anarkisme adalah dengan membangun kepercayaan dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya.

“Demokrasi tidak akan tumbuh jika negara terus menutup telinga. Saatnya pemerintah hadir lebih awal, lebih sigap, dan lebih tulus,”tegasnya.

Berita Terkait

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB
Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern
Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi
Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan
PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah
Umi Dinda Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2026, Promosikan Tenun NTB ke Panggung Nasional
Gubernur Iqbal Bongkar Peran Prabowo dan OSO di Balik Keputusannya Maju Pilgub NTB
Dihadiri Iqbal-Dinda, Hanura Pastikan Dukung Iqbal Jika Kembali Bertarung di Pilkada NTB
Berita ini 359 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah

Berita Terbaru