Anggota DPRD NTB Abdul Rauf: Demo Rusuh Bukan Salah Rakyat, Tapi Karena Pemerintah yang Diam

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 05:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Dapil NTB VI (Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima), Abdul Rauf, melontarkan pernyataan tegas dan mengejutkan terkait maraknya demonstrasi anarkis yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, gelombang unjuk rasa yang berujung pada kekerasan bukanlah bentuk karakter asli masyarakat, melainkan akumulasi frustrasi akibat kegagalan pemerintah dalam merespons aspirasi rakyat.

“Anarkisme bukan watak dasar masyarakat kita. Ini cermin dari kekecewaan mendalam karena pemerintah lamban, tertutup, dan tidak solutif dalam menangani persoalan masyarakat. Demo rusuh bukan Salah Rakyat, tapi Pemerintah yang diam, termasuk soal pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS),” tegas Abdul Rauf. Sabtu (31/05).

Rauf menyebut bahwa ketika suara rakyat terus diabaikan, ruang dialog berubah menjadi ruang ledakan emosi. Ia menyindir bahwa pemerintah seolah memilih menjadi tuli terhadap keluhan yang terus disuarakan masyarakat.

Baca Juga :  DPRD NTB Minta KPU Tindaklanjuti Temuan Coklit Oleh Bawaslu

“Kalau pemerintah terus menutup telinga, jangan salahkan rakyat jika mereka akhirnya berteriak dengan cara yang tidak diinginkan siapa pun,” lanjutnya.

Sebagai pembanding, Abdul Rauf mengangkat contoh konkret dari wilayah Pantai Wane yang dulu dikenal sebagai kawasan paling ‘brutal’. Berkat kepemimpinan lokal seperti Ompu Jalo, kawasan tersebut kini menjadi salah satu daerah yang aman dan tertib.

Baca Juga :  Sidak ke Puskesmas Lopok, Anggota DPRD Sumbawa Klarifikasi Isu Pasien Meninggal Akibat Tidak Ada Petugas

“Dulu Pantai Wane ditakuti, sekarang kita bangga. Ini bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, wilayah keras pun bisa jadi damai. Jadi, bukan watak rakyat yang bermasalah, tapi bagaimana kita memperlakukan mereka yang sering diabaikan,”terang Duta Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, Abdul Rauf mengingatkan pemerintah untuk tidak lagi menganggap kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai amunisi untuk perbaikan. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mencegah anarkisme adalah dengan membangun kepercayaan dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya.

“Demokrasi tidak akan tumbuh jika negara terus menutup telinga. Saatnya pemerintah hadir lebih awal, lebih sigap, dan lebih tulus,”tegasnya.

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 363 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru