SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat capaian penting dalam integrasi data Pemerintahan. Dari sekitar 900 dataset yang tersedia di portal Satu Data NTB, sebanyak 800 dataset telah terkoneksi dengan portal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Capaian tersebut diklaim sebagai persentase keterhubungan tertinggi dibandingkan seluruh pemerintah daerah tingkat provinsi di Indonesia. Hal itu diungkapkan Direktur Implementasi Program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA), Ted Weohau, dalam peluncuran Dashboard Eksekutif Pemerintah Provinsi NTB di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Selasa (3/11/2026).
“Dari kurang lebih 900 dataset yang ada di portal data NTB, 800 di antaranya sudah terhubung dengan portal Kementerian Dalam Negeri, dan ini merupakan persentase keterhubungan tertinggi di antara seluruh unit pemerintahan daerah tingkat provinsi,” apresiasi Ted Weohau.
Dengan sekitar 88,9 persen dataset telah terhubung, capaian tersebut menjadi salah satu fondasi Pemprov NTB dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data. Integrasi ini diharapkan membantu pemerintah daerah menyusun kebijakan berdasarkan informasi yang lebih akurat dan terukur.
Tak berhenti pada integrasi data, Pemprov NTB juga mulai memperkuat pemanfaatannya melalui peluncuran Dashboard Eksekutif. Sistem digital tersebut disiapkan sebagai instrumen bagi Pimpinan Daerah untuk memantau perkembangan pembangunan sekaligus menjadi rujukan awal dalam menentukan kebijakan lintas sektor.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan keberadaan dashboard tersebut akan membantu pemerintah mengambil keputusan dengan dukungan data, bukan semata-mata berdasarkan asumsi maupun intuisi.
“Dengan adanya dashboard eksekutif ini, kita punya satu rujukan awal yang bisa dijadikan dasar dalam membuat keputusan untuk selanjutnya dilakukan pendalaman, sehingga Pemimpin tidak perlu lagi terpaksa mengandalkan intuisi,” ungkap Gubernur.
Pemprov NTB juga menyiapkan pengembangan dashboard ke tahap berikutnya. Data yang selama ini disajikan nantinya akan dianalisis lebih mendalam menggunakan pendekatan data science.
Pengembangan tersebut diharapkan membantu pemerintah membaca pola, mengidentifikasi persoalan, serta mempertajam perumusan kebijakan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Kita nanti akan lanjutkan ke tahap berikutnya sehingga data ini bukan hanya bisa disajikan, tetapi juga sudah dilakukan analisis menggunakan pendekatan data science,” tambahnya.
Selain mengintegrasikan data dengan portal Kemendagri, Pemprov NTB juga sedang melakukan sinkronisasi dengan hasil riset sejumlah Perguruan Tinggi di Daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Ahsanul Khalik, optimistis langkah tersebut akan mendorong capaian NTB dalam penilaian Indeks Satu Data Indonesia pada 2026.
“Insyaallah tahun 2026 ini Indeks Satu Data Indonesia Nusa Tenggara Barat akan berada pada urutan pertama dengan nilai nyaris sempurna, mengungguli provinsi besar lainnya seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta,” ungkap Kadis Kominfotik.
Peluncuran Dashboard Eksekutif tersebut mendapat dukungan Pemerintah Australia melalui program SKALA. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, menyambut positif langkah Pemprov NTB dalam memperkuat pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, data yang akurat, mudah diakses, dan terintegrasi menjadi kebutuhan penting dalam menentukan prioritas pembangunan serta penggunaan sumber daya pemerintah.
“Untuk menentukan prioritas dan penggunaan sumber daya yang tepat, diperlukan data yang akurat, mudah diakses, dan terintegrasi, sehingga dashboard ini membantu pemimpin daerah memantau capaian pembangunan dan merespons tantangan secara lebih cepat,” tutur Dubes Roderick.
Ia juga menegaskan komitmen Australia untuk terus mendukung pembangunan di NTB melalui kemitraan jangka panjang.
“Sebagai tetangga yang baik, kami mau memberi dukungan kepada tetangga kami untuk selamanya, karena Pemprov NTB adalah mitra yang sangat efektif dan baik untuk Pemerintah Australia,” tegasnya.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi dukungan Australia yang dinilai telah membangun fondasi kemitraan pembangunan di NTB. Menurutnya, berbagai program kolaborasi telah diselaraskan dengan 10 program prioritas pemerintah provinsi agar pelaksanaannya tidak tumpang tindih dan memberikan manfaat lebih nyata bagi masyarakat.
“Program dan asistensi yang diberikan Australia di NTB sudah diorkestrasi dan dikolaborasikan dengan sangat baik dengan 10 program prioritas dari pemerintahan provinsi yang ada saat ini, sehingga menghindari duplikasi dan lebih berdampak nyata,” jelas gubernur.
Sebelum peluncuran, jajaran Pimpinan Daerah bersama mitra pembangunan meninjau Pameran Mitra Pembangunan Australia-NTB. Pameran tersebut menampilkan berbagai program kolaborasi, di antaranya KONEKSI, ACIAR, AAS, Plan Indonesia, SIAP SIAGA, SID, INOVASI, dan SKALA.
Peluncuran Dashboard Eksekutif turut dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, serta jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











