35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Saat Menyampaikan Pentingnya Penguatan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Melalui Pengembangan Desa Migran EMAS.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Saat Menyampaikan Pentingnya Penguatan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Melalui Pengembangan Desa Migran EMAS.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Lebih dari 35 Ribu Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) berangkat bekerja ke Luar Negeri (LN) sepanjang 2025. Di balik kontribusi Ekonomi yang besar, dengan remitansi atau Uang kiriman PMI menembus lebih dari Rp220 miliar per tahun, Pemerintah Daerah masih menghadapi tantangan berupa keberangkatan Non-Prosedural, bujuk rayu calo, hingga persoalan pengasuhan Anak Pekerja Migran.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri atau Akrab Disapa Umi Dinda menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja mulai dari tingkat Desa. Menurutnya, desa memiliki peran penting dalam mencegah persoalan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus memastikan manfaat Ekonomi dapat dirasakan Keluarga dan Masyarakat.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Aparatur Tingkat Desa mengenai Mobilitas Tenaga Kerja dan Tata Kelola Migrasi untuk Desa Migran EMAS (Demimas) di NTB, Selasa (27/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 15 Desa Migran.

Baca Juga :  Bus Karyawan PT AMNT Terguling di Sumbawa: 2 Tewas, Belasan Luka-Luka

“Sepanjang tahun 2025 lalu, tidak kurang dari 35 ribu lebih saudara-saudara kita yang berangkat mengadu nasib ke Luar Negeri. Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Lombok Utara adalah Kantong-kantong utama kontributor Pekerja Migran Indonesia (PMI) kita,” ujar Wagub NTB Umi Dinda.

Umi Dinda menjelaskan, kontribusi PMI turut menggerakkan Perekonomian Masyarakat. Uang kiriman dari luar Negeri membantu memenuhi kebutuhan Keluarga, membiayai Pendidikan Anak, menggerakkan usaha kecil, hingga mendukung Pembangunan Rumah di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Namun, Pemerintah Daerah mengingatkan bahwa manfaat Ekonomi tersebut harus diiringi perlindungan yang memadai. Masih ada warga yang berisiko tergiur janji manis calo, berangkat tanpa perencanaan keuangan yang matang, serta meninggalkan persoalan pengasuhan anak di rumah.

Karena itu, penguatan tata kelola migrasi dinilai perlu dimulai dari desa. Aparatur desa diharapkan memahami regulasi dan memiliki data yang memadai agar calon Pekerja Migran mendapatkan informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja ke Luar Negeri.

Baca Juga :  Kasat Narkoba dan Kapolres Bima Kota Tersangka, Partai UMMAT Soroti Dugaan Relasi Bandar dan Seruan Hukuman Mati

Program Desa Migran EMAS (Demimas) menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kesiapan Desa pengirim tenaga Kerja, terutama dalam pendataan dan pencegahan penempatan Non-Prosedural.

“Melalui pengembangan kapasitas aparatur desa migran atau Demimas Provinsi Nusa Tenggara Barat, kita harapkan kesiapan sejumlah Desa pengirim tenaga kerja ini Betul-betul matang dari sisi regulasi dan data awal, sehingga tidak ada lagi kecenderungan permasalahan yang mengikuti,” tambahnya.

Wagub berharap program yang dijalankan di 15 desa percontohan tersebut dapat diterapkan di Desa-desa lain di NTB. Selain memperkuat perlindungan PMI, upaya ini diharapkan mendukung pengentasan kemiskinan dan membuka peluang kerja di tingkat desa.

Pemerintah Daerah juga mengapresiasi dukungan kementerian dan lembaga terkait, KP2MI, IOM Indonesia, INFEST, serta berbagai pihak yang menginisiasi program tersebut.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi
Kota Mataram Juara Umum Festival LASQI NTB 2026, Wagub Umi Dinda Soroti Regenerasi
Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat
Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:51 WIB

35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Berita Terbaru

Panitia Pelaksana Melakukan Proses Identifikasi dan Verifikasi Pemilih Menggunakan Sistem E-voting Dalam Pilkades Serentak di 21 Desa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Pemerintahan

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Okt 2026 - 12:13 WIB