SUMBAWAPOST.com |™ Bali- Sejumlah Atlet Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Surfing Indonesia dan Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 di Bali. Dalam Dua ajang berbeda tersebut, peselancar NTB, Bronson Meydi, sukses menyumbangkan Dua Medali Emas untuk Daerah.
Ketua PSOI NTB, Nurbaya Sari, menyampaikan bahwa Dua medali Emas tersebut diraih Bronson dalam Dua kompetisi berbeda, yakni Kejurnas Surfing Indonesia dan Liga Surfing Indonesia.
“Dapat Emas di kompetisi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan di Liga Surfing Indonesia (LSI), Bronson Meydi luar biasa,” ujar Nurbaya. Jum’at (23/10/2026).
Selain raihan Emas, atlet NTB juga disebut menyumbangkan Medali Perak dan Perunggu. Capaian tersebut menjadi catatan bagi perkembangan olahraga selancar ombak di NTB sekaligus menunjukkan potensi atlet daerah dalam menghadapi persaingan tingkat nasional.
Keikutsertaan atlet dari sejumlah daerah di NTB juga memperlihatkan potensi pembinaan selancar ombak yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Lombok Tengah, Dompu, hingga Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Daftar Atlet PSOI NTB yang Turun di Kejurnas Surfing
Berdasarkan data yang disampaikan PSOI NTB, sejumlah Atlet Daerah mengikuti Kejurnas Surfing Indonesia di Bali. Berikut Daftar Nama Atlet berdasarkan kategori yang disampaikan:
1. Kategori Shortboard
– Bronson Meydi
– Amir Hamzah
– Luki Haryanto
2. Kategori Aerial
– Bronson Meydi
– Amir Hamzah
3. Kategori Longboard
Dalam keterangan awal, Nasrul Hanan dan Sahrul Gunawan tercantum dalam daftar atlet longboard. Namun, PSOI NTB juga menyampaikan bahwa keduanya tidak turun pada kategori tersebut dan menyebut Deni dari PSOI Kabupaten Lombok Utara sebagai atlet yang bertanding di kategori longboard.
Karena terdapat perbedaan keterangan mengenai atlet yang turun pada kategori longboard.
Nama Bronson Meydi menjadi sorotan setelah meraih medali emas di Kejurnas Surfing Indonesia dan kembali memperoleh emas pada ajang Liga Surfing Indonesia.
Dua capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi PSOI NTB sekaligus menambah catatan prestasi atlet selancar NTB dalam kompetisi Nasional.
Selain Bronson, Amir Hamzah dari Lombok Tengah dan Luki Haryanto dari PSOI Dompu turut menjadi bagian dari atlet NTB yang tampil di Kejurnas.
Keikutsertaan para peselancar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kiprah atlet daerah dalam persaingan selancar Ombak Nasional.
Grand Final Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 sukses digelar pada 20–22 Oktober 2026 di Pantai Pererenan, Bali, dengan dukungan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI).
Ajang yang diselenggarakan oleh Asian Surf Cooperative (ASC) tersebut diikuti 123 peselancar yang bertanding dalam delapan divisi, yakni Open Men, Open Women, Junior Men U18, Junior Women U18, Under 10, Master Over 40, Open Men Longboard, dan Open Women Longboard.
Grand Final LSI merupakan kompetisi dengan nilai tertinggi dalam peringkat Surfing Indonesia, yakni 10.000 poin. Seluruh pertandingan menggunakan sistem manajemen kompetisi dan penilaian melalui LiveHeats sehingga hasil pertandingan dan perkembangan kompetisi dapat dipantau.
Sistem pemeringkatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetisi selancar ombak nasional karena memungkinkan pencapaian dan perkembangan atlet tercatat secara lebih terstruktur.
Sejumlah peselancar nasional juga turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut, di antaranya Bronson Meydi, Pajar Ariana, Oney Anwar, Ketut Agus, Arip Nurhidayat, dan Dea Natasya. Kehadiran para atlet berpengalaman diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkembang melalui kompetisi.
Ketua Umum PB PSOI, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa kompetisi nasional merupakan modal penting dalam membangun atlet berprestasi.
“PB. PSOI mendukung penuh Liga Surfing Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan olahraga Surfing atau Selancar Ombak nasional. Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi atlet, kualitas ombak, maupun komunitas Selancar Ombak yang terus berkembang. Potensi ini harus didukung dengan sistem kompetisi yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Pandu.
Ia berharap semakin banyak atlet muda selancar ombak memperoleh kesempatan bertanding dan berkembang melalui kompetisi berjenjang, mulai dari klub dan daerah hingga tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Direktur ASC sekaligus Sekretaris Jenderal PB PSOI, Tipi Jabrik, menyampaikan bahwa Liga Surfing Indonesia bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga wadah pengembangan atlet.
“Liga Surfing Indonesia bukan hanya tentang mencari juara, yang ingin kami bangun adalah sistem kompetisi nasional yang memberikan kesempatan kepada atlet Selancar Ombak Indonesia untuk terus berkembang hingga mampu bersaing di kancah internasional,” ucap Tipi Jabrik.
Melalui kolaborasi PB PSOI dan ASC, Liga Surfing Indonesia diharapkan dapat memperkuat pembinaan, memperluas kesempatan bagi atlet muda, serta membangun jalur kompetisi yang terstruktur menuju persaingan internasional.
Selain mendorong prestasi olahraga, penyelenggaraan kompetisi di Pantai Pererenan juga diharapkan dapat meningkatkan nilai wisata olahraga (sport tourism), industri olahraga (sport industry), dan perekonomian daerah setempat.
Berdasarkan data pendaftaran, sebanyak 123 peselancar berpartisipasi dalam Grand Final Liga Surfing Indonesia 2026. Berikut rincian peserta berdasarkan divisi:
– Open Men: 39 atlet (31,7 persen)
– Junior Men U18: 32 atlet (26 persen)
– Open Women: 12 atlet (9,8 persen)
– Master Over 40: 12 atlet (9,8 persen)
– Junior Women U18: 10 atlet (8,1 persen)
– Under 10: 8 atlet (6,5 persen)
– Open Men Longboard: 6 atlet (4,9 persen)
– Open Women Longboard: 4 atlet (3,3 persen)
Penyelenggaraan kompetisi surfing Nasional Kejurnas. Grand Final Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 digelar di Pantai Pererenan, Badung, Bali, pada 19–22 Oktober 2026, dengan melibatkan 123 peselancar.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











