APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri Saat Rapat Paripurna DPRD NTB Membahas Persetujuan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Aula Utama Kantor Gubernur NTB.

Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri Saat Rapat Paripurna DPRD NTB Membahas Persetujuan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Aula Utama Kantor Gubernur NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi Instrumen untuk menjaga keberlanjutan Pelayanan Publik sekaligus Merespons Persoalan nyata yang dihadapi Masyarakat hingga akhir tahun.

Komitmen tersebut mengemuka setelah DPRD NTB menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dalam Rapat Paripurna di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (18/9/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H. Laporan Badan Anggaran DPRD NTB disampaikan H. Didi Sumardi, S.H., sedangkan Pendapat Akhir Gubernur atas persetujuan Raperda disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.Si.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD NTB, Didi Sumardi, mengatakan terdapat 30 isu strategis yang menjadi perhatian dalam pembahasan Perubahan APBD 2026. Menurutnya, seluruh isu tersebut telah mendapatkan penjelasan dari pemerintah daerah.

“Terdapat 30 isu strategis yang menjadi perhatian dalam pembahasan Perubahan APBD 2026. Seluruh isu tersebut telah mendapatkan penjelasan dari pemerintah daerah,” kata Didi Sumardi.

Dalam laporannya, Banggar menyampaikan pembahasan Perubahan APBD diarahkan untuk memastikan kebijakan Anggaran tetap sesuai kemampuan Keuangan Daerah, kebutuhan Pelayanan Publik, dan Prioritas Pembangunan hingga akhir tahun.

Dari 30 isu yang dibahas, 18 telah mendapatkan jawaban dari Gubernur dan 12 lainnya dijelaskan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat Banggar bersama TAPD pada 17 September 2026.

Banggar menilai data dan informasi yang disampaikan telah memadai sebagai bahan pelaksanaan fungsi pengawasan.

Secara umum, struktur Perubahan APBD 2026 mencatat Pendapatan Daerah sekitar Rp5,683 triliun dan Belanja sekitar Rp6,053 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit sekitar Rp369,617 miliar yang ditutup melalui pembiayaan.

Baca Juga :  PDIP Mataram Helat Perayaan HUT PDIP ke-52 Bareng Anak Panti Asuhan

Penggunaan SiLPA direncanakan sekitar Rp431,016 miliar, sementara pembayaran pokok pinjaman dianggarkan sekitar Rp61,399 miliar.

Hingga 15 September 2026, realisasi pendapatan tercatat sebesar 66,53 persen. Banggar mengingatkan pentingnya menjaga target pendapatan tetap realistis, mengantisipasi apabila target tidak tercapai, serta memastikan belanja wajib dan pelayanan publik tidak terganggu.

Banggar juga merekomendasikan Pemprov NTB melakukan mitigasi terhadap target pendapatan dan mengoptimalkan Aset Daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat waktu pelaksanaan Anggaran 2026 yang tersisa semakin singkat.

Catatan Banggar mencakup penguatan sistem pengendalian intern dan manajemen risiko, efisiensi belanja, kesiapan pelaksanaan kegiatan, ketepatan sasaran bantuan, hingga pengelolaan Aset Daerah.

Pemerintah Daerah diminta memperhitungkan konsekuensi fiskal jangka menengah, termasuk kewajiban utang, biaya operasional dan pemeliharaan aset, tambahan belanja rutin, serta kewajiban yang berlanjut pada 2027.

Banggar juga mendorong digitalisasi pendataan, penilaian, pemanfaatan, dan pengawasan aset agar aset daerah yang belum produktif dapat menjadi sumber PAD secara terukur dan berkelanjutan.

Bagi Pemprov NTB, persetujuan tersebut bukan sekadar penyelesaian proses penganggaran, tetapi harus segera diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan Masyarakat.

Dalam Pendapat Akhir Gubernur atas persetujuan Raperda, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda menegaskan bahwa dinamika global dan regional menuntut respons fiskal yang cepat dan tepat sasaran.

“Dinamika global dan regional menuntut kita untuk memberikan respons fiskal yang cepat, tepat sasaran, dan berorientasi pada penyelesaian masalah riil di lapangan. Perubahan APBD 2026 harus mampu menjaga keberlanjutan pelayanan publik sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk merespons kebutuhan masyarakat,” tegas Wakil Gubernur NTB Umi Dinda.

Baca Juga :  Undang Akademisi Hingga Tokoh Agama, UIN Mataram Gaungkan Harmoni Manusia dengan Alam

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dampak musim kemarau yang meluas. Sejumlah Kabupaten/Kota di NTB menghadapi peningkatan status dari siaga hingga tanggap darurat kekeringan yang berdampak pada puluhan ribu kepala keluarga.

Karena itu, perubahan APBD diarahkan untuk memastikan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), intervensi air bersih, dan program ketahanan pangan.

Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota juga terus mendistribusikan air bersih dan memperkuat mitigasi darurat agar beban masyarakat dapat segera ditangani.

“Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat langkah penanganan kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian,” ujarnya.

Pada sisi ekonomi, Pemprov NTB menempatkan penyelenggaraan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Pemerintah menyiapkan langkah strategis melalui tata kelola pariwisata yang inklusif, termasuk memperbesar ruang keterlibatan talenta lokal dengan volunteer dan marshal 100 persen lokal.

Selain itu, dilakukan penyesuaian kebijakan akomodasi untuk menjaga iklim pariwisata yang sehat dan berkeadilan.

Perubahan APBD diharapkan turut memperkuat daya dukung infrastruktur dan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat lokal.

Komitmen tersebut berjalan bersamaan dengan agenda pembenahan tata kelola pemerintahan. Pemprov NTB menempatkan penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI), manajemen risiko, optimalisasi PAD, dan pengelolaan aset daerah sebagai bagian penting dalam membangun ruang fiskal yang semakin sehat, transparan, dan akuntabel.

Atas persetujuan tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD NTB, Badan Anggaran, serta TAPD yang telah menelaah, mengkritisi, dan menyempurnakan dokumen perubahan APBD hingga disepakati bersama.

Seluruh catatan, saran, kritik konstruktif, dan rekomendasi DPRD ditegaskan akan menjadi pedoman dan perhatian serius pemerintah dalam melaksanakan serta mengendalikan program pembangunan ke depan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru