Bupati Jarot Dorong Tenun Kre Alang Sumbawa Jadi Busana Harian, ASN Diwajibkan Pakai Sepekan Sekali

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Mendorong ASN Menggunakan Pakaian Bermotif Kre Alang Setidaknya Sekali Dalam Sepekan Untuk Memperluas Penggunaan Tenun Lokal.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Mendorong ASN Menggunakan Pakaian Bermotif Kre Alang Setidaknya Sekali Dalam Sepekan Untuk Memperluas Penggunaan Tenun Lokal.

SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong Pelestarian dan Pemanfaatan Tenun Kre Alang agar tidak hanya digunakan dalam Perayaan Adat maupun kegiatan Seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan Sehari-hari Masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Sumbawa yakni mengeluarkan surat imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Instansi Pemerintah agar menggunakan pakaian bermotif Kre Alang setidaknya sekali dalam sepekan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperluas penggunaan Motif Tenun khas Sumbawa di tengah masyarakat.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. mengatakan, pelestarian Kre Alang tidak cukup hanya dengan mempertahankan keberadaan para penenun. Menurutnya, pemanfaatan motif Kre Alang juga perlu diperluas sehingga keberadaan tenun tersebut tidak hanya terlihat dalam perayaan adat maupun kegiatan seremonial.

Baca Juga :  55 Motif Tenun Kre Alang Sumbawa Resmi Kantongi HKI, Bupati Jarot Ungkap Tantangan Besar

Kre Alang, Kata Bupati, perlu didorong agar dapat menjadi bagian dari kehidupan Sehari-hari Masyarakat.

Melalui kebijakan penggunaan pakaian bermotif Kre Alang oleh ASN dan instansi pemerintah setidaknya sekali dalam sepekan, Pemkab Sumbawa berharap penggunaan tenun lokal semakin luas.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penggunaan motif Kre Alang, tetapi juga menciptakan pasar bagi produk Tenun Lokal.

Di sisi lain, Bupati menilai setiap motif Kre Alang perlu dilengkapi dengan literasi singkat mengenai sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya.

Dengan adanya literasi tersebut, motif Kre Alang tidak hanya dipandang dari sisi estetika, tetapi juga memiliki nilai Pengetahuan dan Budaya yang dapat memperkuat identitas sekaligus menambah nilai produk.

Baca Juga :  Sidang Kematian Brigadir Nurhadi, Saksi Polisi Tegaskan Ucapan ‘SILENT’ Bukan Larangan Ambil Bukti

Upaya memperluas penggunaan Kre Alang juga menjadi bagian dari tantangan pelestarian yang harus dilakukan secara Bersama-sama, terutama untuk memastikan Warisan Budaya tersebut tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

Sebelumnya, sebanyak 55 motif Tenun Kre Alang Sumbawa resmi mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Bupati Jarot menegaskan, sertifikasi tersebut bukan menjadi akhir dari upaya pelestarian Kre Alang, melainkan menjadi awal untuk menjaga dan mengembangkan Warisan Budaya Sumbawa.

“Ini bukan akhir, tetapi merupakan awal untuk melestarikan Kre Alang. Ini tugas bersama untuk terus Melestarikan dan Mewariskan Kre Alang kepada generasi muda agar kelestariannya tetap terjaga. Ini merupakan tantangan besar,” ujarnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru