Tiga Srikandi NTB Bawa Jejak Budaya Lombok-Bima ke Panggung Dunia

Avatar

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Srikandi NTB Dalam Rangkaian Diplomasi Budaya di Adelaide, Australia, Membawa Jejak Budaya Lombok dan Bima ke Panggung Internasional.

Tiga Srikandi NTB Dalam Rangkaian Diplomasi Budaya di Adelaide, Australia, Membawa Jejak Budaya Lombok dan Bima ke Panggung Internasional.

SUMBAWAPOST.com |™ Jejak Budaya Lombok dan Bima kembali menjadi perhatian dalam perjalanan Diplomasi Budaya NTB di Australia.

Setelah sebelumnya terungkap keberadaan Keris Kerajaan asal Bima yang tersimpan di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, serta manuskrip Hikayat Nabi Yusuf pada daun lontar, rangkaian kegiatan tersebut berlanjut dengan upaya memperkuat hubungan Kebudayaan NTB di panggung Internasional.

Tiga Perempuan yang mewakili Kekuatan Eksekutif, Kebudayaan dan Legislatif NTB turut membawa Misi tersebut. Mereka adalah Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta Agathia, dan Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Ketiganya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB dan Kepala Museum Negeri NTB bersama tim dalam rangkaian kegiatan di AGSA pada 11-12 September 2026.

Bagi Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Dinda, perjalanan ke Australia tidak sekadar melihat Benda-benda Budaya NTB yang tersimpan di Luar Negeri. Lebih dari itu, perjalanan tersebut harus menghasilkan pengetahuan dan jejaring yang dapat dibawa pulang untuk memperkuat Kebudayaan NTB.

“Yang kita bawa ke panggung dunia bukan hanya benda Budaya. Yang harus kita bawa adalah cerita, pengetahuan, nilai dan sejarah yang ada di balik setiap benda itu. Karena itu perjalanan ini harus menjadi bagian dari upaya kita menjadikan kebudayaan sebagai salah satu kekuatan NTB untuk mendunia,” pesannya.

Di AGSA, delegasi menelusuri sejumlah koleksi yang berkaitan dengan Lombok, Bali dan Bima. Di antaranya kekombong, kain ritual dari Lombok Utara, kampuh atau leang dari Lombok Tengah, tekstil songket serta teknik supplementary weft.

Koleksi tersebut menunjukkan bahwa wastra bukan sekadar motif dan warna. Di baliknya terdapat pengetahuan mengenai Kapas, Pemintalan, Pewarna Alam, Teknik Menenun, Ritual, Struktur Sosial hingga hubungan Antar-Daerah.

Baca Juga :  Mori Hanafi Tancap Gas di Senayan, Komisi V DPR RI Kawal Stadion Turide Mataram Tuntas Sebelum PON NTB-NTT 2028

Perhatian kemudian tertuju pada Keris Kerajaan asal Bima yang tercatat dalam katalog AGSA berasal dari Bima, NTB. Pusaka tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18.

Keberadaan Keris tersebut membuka pertanyaan lebih besar tentang berapa banyak lagi Warisan Budaya NTB yang tersimpan di Luar Negeri.

“Kita harus mulai mengetahui, mendata dan membangun komunikasi dengan institusi yang menyimpannya. Tidak selalu harus berbicara tentang mengembalikan benda. Yang juga penting adalah bagaimana Kita memperoleh Pengetahuan, Dokumentasi dan Akses terhadap Sejarah Benda tersebut untuk Masyarakat NTB,” ujar Wagub Umi Dinda.

Selain Keris Bima, jejak Budaya NTB juga ditemukan melalui Hikayat Nabi Yusuf yang ditulis pada daun lontar. Hal ini memperlihatkan bahwa Kekayaan Budaya NTB tidak hanya berupa Kain dan Benda Pusaka, tetapi juga mencakup Manuskrip, Sastra, Bahasa, Arsitektur, Senjata Tradisional, Ritus serta Pengetahuan tentang Alam.

Pengalaman di AGSA sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan Museum Negeri NTB sebagai pusat Pengetahuan, Penelitian, Pendidikan, Konservasi dan Diplomasi Budaya.

Kerja sama ke depan dapat diarahkan pada katalogisasi, digitalisasi, konservasi, penelitian provenance, publikasi, pertukaran pameran serta penguatan kapasitas kurator.

Cerita tentang Lombok kemudian dibawa ke forum internasional melalui peluncuran buku ‘Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections.’

Forum tersebut mempertemukan peneliti, kolektor, kurator dan pemerhati tekstil. Sejumlah tokoh Australia juga hadir, termasuk Senator The Hon Don Farrell, Minister for Trade and Tourism Australia, pimpinan AGSA dan Michael Abbott AO KC.

Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta Agathia menilai buku tersebut tidak membandingkan mana tekstil yang lebih baik antara Lombok dan Bali. Buku itu justru memperlihatkan hubungan, persahabatan dan pertukaran Budaya antara Kedua Pulau.

Baca Juga :  Reklamasi Amahami Diduga Ilegal, Badko HMI Bali–Nusra: Polda dan Kejati NTB Jangan Jadi Penonton

Motif rangrang menjadi salah satu contoh bagaimana Budaya berkembang melalui interaksi tanpa kehilangan identitasnya.

Sinta juga mengapresiasi Michael Abbott yang telah mengumpulkan dan mendokumentasikan ratusan tekstil Indonesia, termasuk dari Lombok dan Sumbawa.

Menurutnya, publikasi tersebut penting untuk meningkatkan penghargaan terhadap penenun sekaligus menginspirasi generasi muda.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda menilai diplomasi Budaya membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Selain membangun reputasi dan kepercayaan Internasional, Diplomasi Budaya harus bermuara pada Perlindungan dan manfaat bagi Penenun, Perajin, Seniman, Budayawan dan Generasi Muda.

Bagi Wagub, pariwisata dan Kebudayaan juga harus berjalan beriringan.

“Pariwisata membawa Orang datang. Kebudayaan membuat Orang memahami siapa kita. Dua hal ini harus saling menguatkan.”

Pesan Kebudayaan tersebut juga dibawa dalam pertemuan dengan diaspora NTB di Adelaide. Para mahasiswa dan generasi muda didorong memanfaatkan pengalaman Internasional untuk membangun ilmu dan jaringan, kemudian mengembalikannya bagi kemajuan Daerah.

“Belajarlah setinggi mungkin. Kuasai ilmu yang sedang dipelajari. Bangun pengalaman dan jaringan seluas-luasnya. Tetapi pada waktunya, ilmu dan pengalaman itu harus ikut memberi manfaat kepada NTB,” pesan Wagub Umi Dinda.

Diaspora juga dipandang sebagai jembatan bagi Pendidikan, Investasi, Perdagangan, Pariwisata dan Kebudayaan.

Aspirasi mengenai konektivitas langsung Adelaide-Lombok pun dibuka untuk dikaji lebih lanjut.

Pada akhirnya, perjalanan ke Adelaide diarahkan menjadi kerja lanjutan untuk memetakan koleksi NTB di Luar Negeri, memperkuat Museum, mendokumentasikan Pengetahuan para Penenun serta memperluas Penelitian dan Publikasi Internasional.

Mendunia bukan berarti meninggalkan akar. Dari kain Lombok, manuskrip lontar hingga keris Bima yang kini berada di Adelaide, jejak tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan NTB telah lama melintasi batas geografis.

Kini tugasnya adalah menyambungkan kembali jejak tersebut menjadi pengetahuan, jejaring, kerja sama dan manfaat bagi masyarakat, sebagai bagian dari perjalanan menuju NTB Makmur Mendunia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru