SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Realisasi investasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Semester I 2026 mencapai sekitar Rp33,73 triliun atau 51,26 persen dari target. Di tengah capaian tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mulai mendorong penguatan investasi berkelanjutan melalui sektor Non-tambang.
Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E., mengatakan investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan Ekonomi NTB, terutama di tengah keterbatasan fiskal Daerah.
Hal itu disampaikan Irnadi saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data dan Pendalaman Potensi Investasi Non-Tambang sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, di Ruang Rapat Rinjani Kanwil DJPb Provinsi NTB, Kamis (10/9/2026).
“Investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi NTB di tengah keterbatasan fiskal Daerah,” ujar Irnadi, dalam keterangan yang diterima media ini. Jum’at (11/9/2026).
Menurutnya, capaian realisasi investasi hingga Semester I 2026 menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi.
Tantangan tersebut antara lain kesiapan proyek investasi, persoalan lahan dan legalitas, serta pembaruan data potensi investasi. Data yang akurat dinilai penting agar proyek yang ditawarkan kepada investor benar-benar sesuai dengan kondisi terkini.
Selain mengejar target realisasi investasi, Irnadi juga mendorong diversifikasi sektor investasi. Langkah ini dilakukan agar perekonomian NTB tidak terus bergantung pada sektor pertambangan.
“Kita perlu mendorong diversifikasi Investasi agar NTB tidak terus bergantung pada Sektor pertambangan,” tegasnya.
DPMPTSP NTB, lanjut Irnadi, terus memperkuat promosi dan pendampingan investasi pada sejumlah sektor potensial. Di antaranya energi terbarukan, pariwisata, ketahanan pangan, peternakan, dan perikanan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi Perekonomian Daerah.
Melalui FGD tersebut, DPMPTSP NTB berharap sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dapat menghasilkan Proyek-proyek Investasi Non-tambang yang semakin matang dan siap ditawarkan kepada investor.
Dengan demikian, investasi tidak hanya mengejar nilai realisasi, tetapi juga mampu mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










