Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Penanaman dan Panen Raya Bawang Putih di Sembalun, Lombok Timur, Menjadi Bagian Dari Upaya Memperkuat Swasembada Bawang Putih Nasional.

Gerakan Penanaman dan Panen Raya Bawang Putih di Sembalun, Lombok Timur, Menjadi Bagian Dari Upaya Memperkuat Swasembada Bawang Putih Nasional.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Timur- Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kembali Menunjukkan Perannya sebagai Salah Satu Sentra Penting Bawang Putih Nasional. Dari kawasan kaki Gunung Rinjani ini, gerakan Penanaman Bawang Putih serentak di 17 Provinsi digelar bersamaan dengan Panen Raya Bawang Putih dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Sembalun tersebut dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, serta Para Petani dan Kelompok Tani.

Gerakan Penanaman serentak ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah mempercepat Swasembada Bawang Putih sekaligus memperkuat Ketahanan Pangan Nasional.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Kemandirian Pangan menjadi agenda Penting Pemerintah di tengah ketidakpastian situasi Global.

“Bapak Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi Global seperti ini, kita semua harus Mandiri, khususnya di Bidang Ketahanan Pangan,” ujar Kapolri.

Bawang Putih menjadi salah satu Komoditas Strategis yang masih menghadapi kesenjangan besar antara Kebutuhan dan Produksi dalam Negeri.

Kebutuhan Bawang Putih Indonesia saat ini mencapai sekitar 600 Ribu Ton per tahun, sementara Produksi Nasional baru berada di kisaran 34 ribu hingga 40 ribu ton.

Kondisi tersebut membuat Indonesia masih memiliki Ketergantungan Tinggi terhadap impor. Namun, di sisi lain, besarnya kebutuhan Nasional membuka peluang bagi Pengembangan sentra Produksi Bawang Putih di dalam Negeri.

“Kita akan mencoba melaksanakan upaya untuk mendorong Swasembada dengan Menanam Bawang Putih yang saat ini masih memiliki ketergantungan impor sangat tinggi,” katanya.

Dalam gerakan Penanaman serentak tersebut, Potensi Lahan Bawang Putih yang dikembangkan mencapai sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Wilayah Kepolisian Daerah. Untuk tahap awal, penanaman bersama dilakukan pada lahan sekitar 279,5 hektare.

Sembalun menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena telah dikembangkan sebagai Lokasi Budidaya Bawang Putih sejak 2025.

Baca Juga :  Merah Putih Berkibar Kencang, Semangat Patriotisme Mengguncang Mataram: Gubernur Miq Iqbal Tegaskan Ini Kunci Bertahan di Era Global

Kapolri mendorong agar Potensi tersebut terus diperkuat melalui Riset, Pengujian Varietas, Penerapan Teknologi Budidaya, hingga Pengembangan Lahan pada berbagai Ketinggian.

“Kalau di bawah ketinggian 900 meter pun kita bisa berhasil, artinya akselerasi Swasembada Bawang Putih putih Nasional Betul-betul bisa berjalan dengan Sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pengembangan Bawang Putih di Sembalun juga diarahkan untuk tidak hanya mengandalkan perluasan lahan. Perguruan Tinggi dan lembaga Penelitian didorong ikut menemukan Varietas serta Pola Budidaya yang paling sesuai dengan Kondisi Masing-masing Daerah.

Salah satu Potensi yang disebut adalah Varietas Lokal Sembalun, termasuk Pipit Alium. Varietas tersebut dinilai memiliki Potensi Produktivitas yang menjanjikan sehingga perlu terus dikembangkan melalui Riset dan dibandingkan dengan Varietas Unggulan lainnya.

Dukungan terhadap Petani juga diperkuat melalui Bantuan Alat dan sarana Produksi Pertanian. Dalam kegiatan tersebut diberikan tambahan 81 Unit hand Tractor dan Lima Unit Pompa Air Tenaga Surya. Dukungan Pupuk juga diberikan untuk menunjang kegiatan Budidaya.

Sembalun bukan hanya memiliki nilai Strategis dalam Pengembangan Bawang Putih Nasional, tetapi juga memiliki Ikatan Emosional bagi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto.

Dalam kunjungannya, Titiek mengingat kembali kedatangan Orang Tuanya ke Sembalun sekitar 39 tahun lalu dalam momentum Panen Bawang Putih.

“Bagi Saya Pribadi, Saya bisa Hadir di Sini, Napak Tilas kehadiran Ayah dan Ibunda tercinta. 39 tahun yang lalu Panen Bawang Putih di Sembalun ini,” ujarnya.

Ia berharap kehadirannya di Sembalun menjadi bagian dari Do’a dan Ikhtiar Bersama untuk mengembalikan Kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan Bawang Putih dari Produksi dalam Negeri.

Titiek juga Mengapresiasi langkah Polri melalui Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional yang ikut mengambil bagian dalam Agenda Ketahanan Pangan.

Menurutnya, Indonesia pernah memiliki Pengalaman mencapai Swasembada Bawang Putih. Pengalaman tersebut, kata dia, harus menjadi Motivasi untuk Membangun kembali Kekuatan Komoditas Bawang Putih Nasional.

“Kita pernah Swasembada. Mengapa kita tidak mampu lagi untuk Swasembada? Pengalaman tersebut harus menjadi Motivasi bahwa Indonesia mampu kembali mencapai Swasembada Bawang Putih,” tegasnya.

Baca Juga :  Propam Polda NTB Bagikan Sarapan Gratis untuk Driver Ojek Online

Ia menilai target Swasembada Bawang Putih dalam Tiga tahun harus dibarengi langkah yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan.

Peningkatan luas tanam, menurut Titiek, tidak akan cukup apabila tidak diikuti dengan kepastian Keuntungan bagi Petani. Petani harus Memperoleh Manfaat Ekonomi yang layak agar memiliki insentif untuk terus Mengembangkan Bawang Putih.

Karena itu, Ekosistem Bawang Putih perlu dibangun dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan Benih Unggul, Pupuk, Sarana Produksi, Alat dan Mesin Pertanian, Pembiayaan, Teknologi, Pendampingan, hingga kepastian pasar harus menjadi bagian dari satu Ekosistem.

“Semua pihak perlu bergerak sesuai dengan perannya Masing-masing. Yang tidak kalah Penting adalah memastikan Petani mendapatkan Manfaat dan Keuntungan yang Layak,” katanya.

Ia juga meminta Kebijakan Impor dikelola secara Hati-hati agar kebutuhan Masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memberi Ruang yang Cukup bagi Produksi Bawang Putih dalam Negeri untuk Berkembang.

Menurutnya, pemerintah perlu memiliki Peta jalan yang jelas menuju target Swasembada 2028, termasuk Target Luas Tanam, Produktivitas, Produksi, Dukungan Anggaran, serta Pembagian Peran Masing-masing Pihak.

Sentra yang telah berkembang, seperti Sembalun, diharapkan dapat diperkuat sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya sentra-sentra Bawang Putih baru di berbagai Daerah.

Dalam Kegiatan tersebut juga dilakukan Penyerahan secara Simbolis hibah lahan dan Anggaran Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi NTB kepada Kepolisian Daerah NTB.

Gudang tersebut diharapkan dapat memperkuat Ekosistem Ketahanan Pangan sekaligus Mendukung Pengelolaan hasil Pertanian di Daerah.

Kapolri juga memberikan penghargaan kepada Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur atas partisipasi dan dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin  Pertanian dari Polri dan Kementerian terkait kepada Para Petani.

Bagi NTB, pengembangan Bawang Putih Sembalun tidak sekadar menyangkut Peningkatan Produksi Komoditas Pertanian. Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan Kesejahteraan Petani, memperkuat Ekonomi Daerah, serta Meningkatkan Kontribusi NTB terhadap Ketahanan Pangan Nasional.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat
Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
68 Blok WPR NTB Ditata, 21 Koperasi Ajukan IPR untuk Tekan Tambang Ilegal
Sumsel Datang ‘Berguru’ ke NTB Soal Izin Tambang Rakyat, Ini yang Diburu
Tambang NTB Bukan Sekadar Cuan, Wagub Umi Dinda Ingatkan Soal Lingkungan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat

Berita Terbaru