APBD NTB 2027 Berubah Drastis, Defisit Rp111 Miliar Kini Jadi Surplus Rp162 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi Menyampaikan Pandangan Terkait Perubahan Struktur APBD NTB 2027.

Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi Menyampaikan Pandangan Terkait Perubahan Struktur APBD NTB 2027.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-  Rancangan APBD Nusa Tenggara Barat (NTB) 2027 Membawa Perubahan Signifikan pada Struktur Fiskal Daerah. Dari sebelumnya mengalami Defisit Rp111,20 miliar pada 2026, APBD NTB 2027 diproyeksikan berbalik menjadi Surplus Rp162,80 miliar.

Perubahan tersebut menjadi salah satu Sorotan Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, setelah Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD NTB 2027 dalam Sidang Paripurna. Jum’at (14/8/2026).

Sambirang menilai Perubahan Struktur tersebut menjadi sinyal positif bahwa Konsolidasi Fiskal di NTB mulai berjalan ke arah yang lebih Sehat.

“Dari defisit Rp111,20 miliar pada 2026 menjadi surplus Rp162,80 miliar pada 2027. Artinya, terdapat perbaikan posisi fiskal sekitar Rp274 miliar,” Kata Sambirang, dalam keterangan yang diterima media ini.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan APBD mulai diarahkan pada Struktur yang lebih Sehat. Namun, Ia mengingatkan agar Surplus tersebut tidak hanya terlihat di atas kertas.

“Tantangannya adalah memastikan Surplus tersebut dibangun di atas Target Pendapatan yang Realistis dan Benar-benar dapat Direalisasikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Surat Wasiat Pria 58 Tahun di Lombok Utara Bikin Haru, Pesan Terakhir untuk Anak-anaknya Terungkap

Sambirang juga menyoroti Kenaikan Pendapatan Daerah. Dalam rancangan APBD 2027, Pendapatan Daerah Meningkat dari sekitar Rp5,62 triliun pada 2026 Menjadi Rp6,22 triliun.

Dengan demikian, terdapat tambahan sekitar Rp600,96 miliar atau tumbuh 10,69 persen.

Sementara itu, Belanja Daerah Meningkat dari sekitar Rp5,74 triliun Menjadi Rp6,06 triliun atau bertambah Rp326,96 miliar, setara 5,70 persen.

Menurut Sambirang, kondisi tersebut menunjukkan laju Pertumbuhan Pendapatan hampir Dua kali Lebih Tinggi dibandingkan Pertumbuhan Belanja.

“Artinya, laju Pertumbuhan Pendapatan hampir Dua Kali laju Pertumbuhan belanja. Ini menunjukkan adanya upaya menjaga Disiplin Fiskal karena Tambahan Pendapatan tidak Otomatis seluruhnya di konversi menjadi tambahan Belanja,” Katanya.

Namun, Fraksi Partai PKS ini mengingatkan bahwa Kenaikan Pendapatan tersebut masih sangat bergantung pada Transfer Pemerintah Pusat.

Dari total tambahan pendapatan Rp600,96 miliar, sekitar Rp496,94 miliar atau 82,7 persen berasal dari kenaikan Transfer Pemerintah Pusat. Sementara Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya sekitar Rp103,91 miliar atau 17,3 persen.

Baca Juga :  Sentuhan Spiritual Kapolda NTB Irjen Hadi Gunawan: Silaturahmi Ulama hingga Doa di Makam Pahlawan, Tebar Kedamaian dari Anjani ke Selong

Transfer Pemerintah Pusat meningkat dari sekitar Rp2,48 triliun Menjadi Rp2,98 triliun atau Tumbuh 20,02 persen. Sedangkan PAD hanya Meningkat dari sekitar Rp3,02 triliun Menjadi Rp3,12 triliun atau Tumbuh 3,44 persen.

Sambirang menilai Struktur tersebut menunjukkan APBD NTB memang semakin Besar dan Sehat secara Struktur, tetapi Kemandirian Fiskal Daerah masih perlu Diperkuat.

“Artinya, APBD Kita memang membesar dan Struktur Fiskal nya semakin Sehat, tetapi derajat Kemandirian Fiskal belum cukup tangguh,” tegasnya.

Karena itu, Pemerintah Daerah diminta tidak hanya mengandalkan Transfer Pusat, tetapi terus mencari terobosan untuk Memperkuat PAD.

“Pemerintah Daerah harus terus mencari terobosan untuk memperkuat PAD agar Perbaikan Kesehatan Fiskal juga diikuti Peningkatan Kemandirian Fiskal,” ujarnya.

Sambirang berharap perbaikan struktur APBD NTB 2027 tidak berhenti pada perubahan angka dari Defisit menjadi Surplus. Menurutnya, Surplus tersebut harus menjadi Fondasi untuk membangun Fiskal Daerah yang semakin Mandiri dan Produktif

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

SiLPA NTB Anjlok 95 Persen, Belanja Modal 2027 Justru Naik Rp83 Miliar
APBD NTB 2027 Tembus Rp6,22 Triliun, Surplus Rp162 Miliar, Ini Prioritas Iqbal
Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital
Tim Mori Hanafi Tegaskan Perebutan Ketua KONI NTB 2026-2030 Harus Sportif, Tanpa Intervensi
16 Anak NTB Terpapar Radikalisme, Game Online dan Medsos Jadi Ancaman Baru
Gubernur Iqbal Resmi Daftar Calon Ketua KONI NTB, Didampingi Cabor dan KONI Daerah
6 Tersangka Korupsi Masker di NTB Jadi Tahanan Kota, Ada Gelang Elektronik dan Uang Rp38 Juta
P-21! 6 Tersangka Korupsi Masker, Termasuk Eks Wabup dan Kadis NTB Dilimpahkan ke Jaksa
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:38 WIB

SiLPA NTB Anjlok 95 Persen, Belanja Modal 2027 Justru Naik Rp83 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:21 WIB

APBD NTB 2027 Berubah Drastis, Defisit Rp111 Miliar Kini Jadi Surplus Rp162 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

APBD NTB 2027 Tembus Rp6,22 Triliun, Surplus Rp162 Miliar, Ini Prioritas Iqbal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tim Mori Hanafi Tegaskan Perebutan Ketua KONI NTB 2026-2030 Harus Sportif, Tanpa Intervensi

Berita Terbaru

Kejati NTB Bersama Densus 88 dan Sejumlah Pihak Terkait Membahas Upaya Pencegahan Radikalisme Anak di Ruang Digital.

Hukum & Kriminal

Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:10 WIB