Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan InJourney Hospitality House (IHH) Mandalika Batch I 2026 di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, Untuk Meningkatkan Kompetensi SDM Pariwisata Jelang MotoGP Mandalika 2026.

Pelatihan InJourney Hospitality House (IHH) Mandalika Batch I 2026 di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, Untuk Meningkatkan Kompetensi SDM Pariwisata Jelang MotoGP Mandalika 2026.

SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Tengah- Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata di Lombok Tengah terus digenjot.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kompetensi Masyarakat Desa Wisata melalui program InJourney Hospitality House (IHH) Mandalika Batch I Tahun 2026.

Pelatihan tersebut digelar di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, pada 5-7 Agustus 2026, dengan melibatkan sebanyak 53 peserta dari berbagai latar belakang.

Peserta berasal dari unsur Masyarakat Bilebante, mulai dari Pemandu Wisata, Pemilik Homestay, Pengelolaan Destinasi, Pelaku UMKM, Penjahit, Terapis SPA, Mahasiswa, Ibu Rumah Tangga (IRT) hingga Wiraswasta.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesiapan Masyarakat dalam menyambut semakin berkembangnya Industri Pariwisata di Kawasan Mandalika dan sekitarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para Peserta mendapatkan berbagai Materi yang berkaitan dengan Pelayanan Pariwisata, di antaranya Keramahtamahan, Komunikasi, sadar Wisata hingga Pelayanan kepada Wisatawan.

Baca Juga :  HMI Autentik: Kontribusi untuk Pembangunan NTB dan Visi Indonesia Emas 2045

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan pengembangan Destinasi Pariwisata berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan Peningkatan Kualitas SDM.

Menurutnya, Budaya Pelayanan yang kuat di tengah Masyarakat menjadi faktor penting dalam Menciptakan Pengalaman Positif bagi Wisatawan.

Pelayanan yang Berkualitas juga dinilai dapat mendorong Wisatawan untuk kembali berkunjung sekaligus meningkatkan Daya Saing Destinasi.

Dengan demikian, penguatan Kapasitas Masyarakat tidak hanya berdampak terhadap Kualitas Layanan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan Manfaat Ekonomi yang lebih besar bagi Masyarakat Lokal.

Program IHH Mandalika Batch I 2026 juga menghadirkan pendekatan Pemberdayaan Masyarakat melalui keterlibatan Warga Lokal sebagai Trainer. Salah satunya Malik Abdul Aziz, warga desa penyangga The Mandalika yang sebelumnya telah mengikuti Training on Trainer (ToT) InJourney.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, Malik kini dipercaya menjadi Trainer dalam Program IHH. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong Transfer pengetahuan dari Masyarakat kepada Masyarakat.

Salah seorang peserta sekaligus penggerak UMKM Putri Rinjani, Hj. Zainab, menilai Pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya Hospitality (Keramahan) dalam Industri Pariwisata.

Baca Juga :  Porprov XII NTB Dongkrak Ekonomi, 4.200 Kamar Hotel Terpesan dan Perputaran Uang Diproyeksi Tembus Rp100 Miliar

Menurutnya, Hospitality tidak hanya berkaitan dengan Keramahan, tetapi juga Kemampuan memahami Kebutuhan Wisatawan serta memberikan Rasa nyaman selama berada di Destinasi.

Pelaksanaan InJourney Hospitality House mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Pringgarata dan Pemerintah Desa Bilebante.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin meningkatkan Kesiapan Masyarakat dalam memberikan Pelayanan Pariwisata yang Berkualitas, khususnya menjelang Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika.

Program ini sekaligus memperkuat hubungan antara Pengembangan Destinasi Pariwisata dengan Pemberdayaan Masyarakat di Desa-desa sekitar Kawasan The Mandalika.

Melalui InJourney Hospitality House, ITDC menempatkan peningkatan Kapasitas Masyarakat sebagai salah satu fondasi penting dalam Pengembangan Pariwisata berkelanjutan. Penguatan SDM di tingkat Desa diharapkan mampu menciptakan Ekosistem Pariwisata yang semakin Inklusif, Berkualitas dan Berdaya Saing.

Lebih jauh, peningkatan kemampuan Masyarakat Lokal diharapkan dapat memberikan Nilai tambah Ekonomi sekaligus memastikan Pertumbuhan Pariwisata di Kawasan Mandalika turut dirasakan langsung oleh Masyarakat sekitar Destinasi

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB