Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB H. Irnadi Kusuma didampingi Ketua Dekranasda NTB Bunda Sinta saat Menyampaikan Capaian Realisasi Investasi NTB Triwulan II dan Semester I Tahun 2026 di Bale Kita, Mataram, Kamis (6/8/2026).

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB H. Irnadi Kusuma didampingi Ketua Dekranasda NTB Bunda Sinta saat Menyampaikan Capaian Realisasi Investasi NTB Triwulan II dan Semester I Tahun 2026 di Bale Kita, Mataram, Kamis (6/8/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan Tren Positif. Hingga Semester I Tahun 2026, nilai Investasi yang masuk telah mencapai Rp33,73 triliun atau 51,26 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2026.

Capaian tersebut disampaikan dalam Press Release Capaian Realisasi Investasi NTB Triwulan II dan Semester I Tahun 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB di Bale Kita, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda NTB Bunda Sinta, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, serta sejumlah insan media.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa target Investasi yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Tahun 2026 mencapai Rp64,83 triliun, meningkat dibanding target tahun sebelumnya sebesar Rp61,09 triliun.

Sementara itu, target Investasi dalam RPJMD Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp68,43 triliun, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan target RPJMD Tahun 2025.

Baca Juga :  Gelar Doa Bersama, KPU NTB Beri Santunan Anak Yatim

Irnadi merinci, realisasi Investasi sebesar Rp33,73 triliun tersebut berasal dari capaian Triwulan I sebesar Rp18,07 triliun, investasi Triwulan II sektor Non-UMK sebesar Rp15,17 triliun, serta kontribusi investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sepanjang Semester I yang mencapai Rp496,68 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan iklim Investasi di NTB tetap tumbuh Positif dengan dukungan berbagai sektor, termasuk kontribusi signifikan dari pelaku UMKM.

“UMKM telah menjadi salah satu penggerak utama investasi daerah. Karena itu DPMPTSP berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, pendampingan, serta pembinaan agar UMKM terus berkembang dan naik kelas,” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma.

Irnadi menambahkan, peran UMKM bahkan menjadi faktor penting dalam keberhasilan NTB memenuhi target investasi pada tahun 2025, terutama ketika sistem pelaporan Investasi Nasional sempat mengalami kendala.

Komitmen tersebut, lanjutnya, diwujudkan melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Baca Juga :  Bukan Cuma Masak! Miq Iqbal Sebut SPPG Pesantren Bisa Jadi Mesin Ekonomi Umat

Program tersebut meliputi penyederhanaan perizinan berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), perlindungan usaha, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, kemudahan akses pembiayaan, hingga percepatan Digitalisasi UMKM.

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB, Bunda Sinta, mengapresiasi kontribusi UMKM yang dinilainya menjadi tulang punggung Perekonomian Daerah sekaligus penggerak Investasi di NTB.

“Kolaborasi antara Dekranasda, DPMPTSP, Dinas Koperasi dan UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar UMKM semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak investasi ke NTB,” ujar Bunda Sinta

Ia juga mengajak media massa untuk terus mendukung penyebarluasan informasi mengenai Potensi Investasi dan perkembangan UMKM di NTB agar semakin dikenal luas, sekaligus meningkatkan kepercayaan Investor untuk menanamkan Modal di Daerah.

Dengan capaian lebih dari separuh target RPJMD pada Semester I 2026, Pemerintah Provinsi NTB optimistis realisasi Investasi tahun ini dapat terus meningkat melalui sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, pelaku UMKM, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika
Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan
Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan
Gubernur NTB Keliling Sembalun Temui Warga, Bagikan Bendera Merah Putih Sambil Serap Aspirasi
267 Balita di Taliwang Masih Stunting, Sumbawa Barat Genjot Intervensi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Dr Ufran, Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, mengulas Fenomena Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika dan Pentingnya Menjaga Batas antara Pelaporan Masyarakat dengan Penghukuman Melalui Media Sosial (Medsos).

Hukum & Kriminal

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agu 2026 - 15:43 WIB