SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat Pendidikan Demokrasi bagi generasi muda melalui program Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga.
Berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, program ini menyasar Pemilih pemula dan Gen Z sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Demokrasi sejak lingkungan Keluarga.
Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Selasa (28/7/2026), tersebut juga melibatkan Duta Generasi Berencana (GenRe) serta berbagai unsur yang bergerak dalam pembinaan Keluarga dan Generasi muda.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU Provinsi NTB, Agus Hilman, menjelaskan bahwa pendidikan pemilih berbasis Keluarga menjadi langkah yang sangat strategis karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter Demokratis.
“Kita melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih untuk pemula bersama generasi berencana dan beberapa unsur keluarga berencana. Harapan kami, pendidikan pemilih dimulai dari basis Keluarga, karena keluarga yang Kuat, Berkualitas, dan Demokratis akan melahirkan Demokrasi yang lebih bertanggung jawab,” ujar Agus Hilman.
Menurutnya, pendidikan pemilih tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi perlu ditanamkan sejak dini melalui keluarga sebagai ruang pendidikan pertama bagi anak dan remaja.
Ia menambahkan, Kemendukbangga merupakan Institusi yang memiliki kompetensi dalam pembangunan keluarga sehingga kolaborasi bersama KPU NTB menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai Demokrasi sejak lingkungan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Provinsi NTB, Bukhari, mengingatkan pentingnya generasi muda, khususnya Gen Z, agar lebih peduli terhadap hak konstitusionalnya sebagai warga Negara, termasuk memastikan telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Apakah adik-adik terdaftar di dalam Daftar Pemilih atau tidak,” imbuh Bukhari.
Dalam kesempatan tersebut, Bukhari juga mempraktikkan secara langsung cara melindungi hak pilih dengan mengakses layanan cekDPTonline bersama para peserta.
Sementara itu, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap individu, termasuk dalam membangun pemahaman tentang Demokrasi.
“Kemendukbangga memiliki tugas pembinaan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama untuk segala hal, termasuk pendidikan Demokrasi,”Ungkapnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai demokrasi harus ditanamkan sejak dini dalam kehidupan keluarga agar menjadi budaya yang tumbuh hingga Dewasa.
“Nilai-nilai demokrasi harus diamalkan dalam kehidupan keluarga sejak anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jika itu terjadi, demokrasi kita secara nasional akan menjadi lebih baik,” ungkap Lalu Makripuddin.
Ia berharap sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN dan KPU Provinsi NTB dapat terus berlanjut sehingga mampu mendorong terbentuknya keluarga yang lebih berkualitas dan Demokratis.
Menurutnya, hal tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas, partisipatif, dan berintegritas.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










