SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan pelaksanaan Sayembara Riset dan Inovasi Peneliti Muda NTB Tahun 2026. Melalui program ini, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan stimulus pendanaan sebesar Rp30 juta untuk setiap Proposal, dengan total 15 Inovasi terbaik yang akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari APBD.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB yang berlangsung di Aula BRIDA NTB, Kamis (16/7/2026), dipimpin Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi.
Rapat perdana ini menghadirkan Tim Evaluasi yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTB. Selain mempercepat pengembangan Riset dan Inovasi agar berdampak nyata bagi Pembangunan Daerah, tim juga bertugas menilai kualitas Proposal sayembara sekaligus memastikan hasil Penelitian Memiliki nilai Terapan, Manfaat Ekonomi, dan mampu menjawab berbagai Persoalan Pembangunan di NTB.
Dalam rapat tersebut, BRIDA juga memetakan seluruh tahapan pelaksanaan sayembara, mulai dari penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), Desain materi Publikasi, Sosialisasi, Pendaftaran secara daring, seleksi Administrasi, Evaluasi Proposal, Presentasi hasil Riset, hingga sidang Dewan Juri.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa arah kebijakan Riset di NTB terus diperkuat agar seluruh hasil penelitian benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi Masyarakat.
“Kita ingin setiap inovasi tidak hanya berhenti pada konsep atau laporan penelitian, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi Masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, pendampingan di lapangan, serta penyusunan policy paper sebagai dasar penguatan NTB menuju Rumah Inovasi Daerah,” ujar Aryadi.
Menurutnya, seluruh penelitian yang didukung pemerintah daerah harus selaras dengan RPJMD dan Roadmap pengembangan ilmu pengetahuan serta Teknologi Provinsi NTB.
Sebagai contoh keberhasilan Riset terapan, Aryadi mengungkapkan pengalaman BRIDA mengembangkan pupuk kompos berbahan baku kotoran sapi dan kelelawar untuk budidaya anggur lokal. Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi Produk bernilai tambah berupa minuman Wine tanpa Alkohol dan Wine berbumbu rempah yang diminati Wisatawan.
Ia menilai Inovasi tersebut membuktikan bahwa hasil riset mampu menciptakan nilai Ekonomi baru sekaligus mendorong pengembangan sektor Pertanian melalui kolaborasi bersama Perguruan Tinggi, termasuk Universitas Mataram.
Rapat juga dihadiri praktisi, akademisi, serta perwakilan Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dalam forum tersebut, berbagai masukan disampaikan untuk menyempurnakan mekanisme sayembara, mulai dari penyusunan panduan teknis, sistem seleksi substansi, hingga aturan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyusunan Proposal Penelitian.
Perwakilan ULM, Afif Amrullah, turut mengusulkan agar tahapan implementasi hasil Inovasi diperjelas, termasuk penyempurnaan ketentuan mengenai kualifikasi Penelitian muda, jumlah Proposal yang dapat diajukan setiap tahun, hingga kewajiban menghasilkan luaran berupa Inovasi yang diterapkan, publikasi ilmiah, dan rekomendasi kebijakan.
Melalui SOP yang tengah dimatangkan tersebut, Tim Evaluasi akan menyeleksi inovasi terbaik dari para peneliti muda NTB. Fokus penelitian diarahkan pada Tiga Program Prioritas Daerah, yakni Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting, serta pengembangan Sektor Pariwisata, sehingga hasil Riset diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB)
Penulis : SUMBAWAPOST.com










