FESyar KTI 2026 Digelar, NTB Bidik Jadi Motor Baru Ekonomi Syariah Nasional

Avatar

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 18:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mendampingi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia beserta para tamu undangan saat meninjau gerai (booth) UMKM NTB usai pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Mataram.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mendampingi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia beserta para tamu undangan saat meninjau gerai (booth) UMKM NTB usai pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya menjadikan Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Jumat (10/7/2026).

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar KTI 2026 menjadi wadah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, Bank Indonesia, dunia usaha, perbankan, akademisi, serta pelaku UMKM dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia.

Mewakili Pemerintah Provinsi NTB, Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, menegaskan bahwa kepercayaan menjadikan NTB sebagai tuan rumah FESyar KTI 2026 bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan momentum untuk menunjukkan potensi besar Kawasan Timur Indonesia sebagai penggerak baru ekonomi syariah nasional.

“Menjadi tuan rumah adalah sebuah kehormatan besar bagi Nusa Tenggara Barat, dan kami ingin menunjukkan bahwa Kawasan Timur Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi motor baru penggerak ekonomi syariah nasional,” ujar Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair.

Dalam sambutannya, Abul Chair juga menyoroti penggunaan motif Bunga Kakando sebagai identitas visual FESyar KTI 2026. Menurutnya, corak khas NTB tersebut bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Bunga Kakando melambangkan kesabaran, ketekunan, dan keuletan, nilai-nilai yang menjadi fondasi penting dalam membangun usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

“Tentu ini bukan sekadar ornamen bagi kami. Motif Kakando ini melambangkan kesabaran, ketekunan, dan keuletan. Nilai-nilai itu sesungguhnya adalah karakter yang juga harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Tidak ada usaha yang besar dan lahir dalam waktu semalam. Demikian pula ekonomi yang kuat dibangun melalui kerja keras, kejujuran, dan kolaborasi yang berkesinambungan. Inilah pesan yang ingin kita sampaikan kepada BI, bahkan kepada dunia, bahwa ekonomi syariah dapat tumbuh dengan tetap berakar pada budaya lokal,” paparnya.

Sekda NTB turut mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Bank Indonesia melalui empat program unggulan FESyar KTI 2026. Menurutnya, program-program tersebut akan memperkuat fondasi ekonomi syariah yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut Abul Chair, keberhasilan program tersebut harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

“Saya meyakini, keempat inisiatif tersebut akan semakin memperkuat dasar ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. Tentu kami berharap seluruh rangkaian ini tidak berhenti hanya sebagai seremoni, tetapi benar-benar melahirkan inovasi baru, membuka akses pasar, memperluas investasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Abul Chair.

Semangat penguatan ekonomi syariah juga terlihat melalui kehadiran berbagai stan UMKM binaan Bank Indonesia yang menampilkan produk unggulan khas NTB, mulai dari kain tenun, kebaya hingga aneka kuliner lokal bernilai tambah.

Baca Juga :  Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan

Abul Chair menilai transformasi digital menjadi kunci penting agar produk-produk unggulan daerah mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Mari manfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas ekonomi, dan memperkenalkan karya-karya terbaik daerah hingga ke tingkat global. Kami percaya bahwa ketika pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, perusahaan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh masyarakat bergerak bersama, maka ekonomi syariah akan menjadi salah satu pilar penting menuju NTB Makmur Mendunia dan Indonesia Emas 2045,” pungkas Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair.

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Bank Indonesia dalam memperluas literasi ekonomi dan keuangan syariah di Kawasan Timur Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar KTI 2026.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan literasi terkait ekonomi dan pembiayaan syariah, terutama strategi pada peningkatan nilai produk halal,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas.

Pembukaan FESyar KTI 2026 turut dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTB Windi Marlini Abul Chair, serta para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perbankan, dunia usaha, akademisi, dan pelaku industri halal. Usai pembukaan, para tamu kehormatan meninjau stan pameran serta berdialog langsung dengan pelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru