SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Barat- Kisah inspiratif datang dari Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi sebagian besar peserta didiknya, sekolah ini justru melahirkan berbagai cerita penuh harapan, termasuk seorang anak berusia 11 tahun yang baru pertama kali mengikuti pendidikan formal namun telah menghafal tujuh juz Al-Qur’an.
Kisah tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, Selasa (30/6/2026).
Kepala Sekolah, Lilik Fadillah, menjelaskan bahwa anak tersebut sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan formal. Namun kemampuan yang dimilikinya membuat sekolah memberikan pembinaan yang disesuaikan dengan kemampuan akademiknya.
“Salah satu kisah yang menarik perhatian adalah seorang anak berusia 11 tahun yang baru pertama kali mengikuti pendidikan formal melalui Program Sekolah Rakyat. Meski belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah, anak tersebut telah menghafal tujuh juz Al-Qur’an,” jelas Lilik.
Tidak hanya itu, Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat juga mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.
Menurut Lilik, salah seorang peserta didik berhasil menjadi finalis Olimpiade Matematika tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).
Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena siswa tersebut merupakan satu-satunya wakil dari Sekolah Rakyat yang berhasil menembus kompetisi nasional tersebut.
Saat ini Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat membina 88 siswa dari kuota 100 peserta didik. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak-anak yang sebelumnya putus sekolah maupun yang belum pernah mengakses pendidikan formal.
Guru Sekolah Rakyat, Ika Lestari, menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi.
“Pendampingan dilakukan secara intensif mengingat sebagian anak menghadapi persoalan kemiskinan, pola pengasuhan yang kurang optimal, hingga trauma akibat pengalaman hidup yang berat,” ujarnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi ruang baru bagi anak-anak yang sebelumnya berada di pinggir akses pendidikan untuk mengembangkan potensi mereka.
Kisah bocah penghafal tujuh juz Al-Qur’an dan prestasi finalis Olimpiade Matematika nasional menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi apabila kesempatan pendidikan diberikan secara merata.
Program Sekolah Rakyat pun diharapkan terus menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus membuktikan bahwa talenta besar dapat lahir dari mana saja ketika diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










