SUMBAWAPOST.com | Mataram- Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat daya saing produk unggulan daerah melalui penguatan sistem kurasi yang profesional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk wastra dan kriya NTB tidak hanya unggul dari sisi budaya dan estetika, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut ditegaskan saat penutupan kegiatan Capacity Building Kurasi Wastra dan Kriya bagi Pengurus Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari di PLUT MUKM Provinsi NTB, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang ditutup langsung oleh Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB sekaligus Ketua Harian Dekranasda NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kualitas produk lokal melalui standar kurasi yang seragam dan berorientasi pasar.

Dalam arahannya, Sinta M. Iqbal mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai. Menurutnya, penguatan kapasitas kurasi menjadi fondasi penting agar produk unggulan daerah benar-benar memiliki kualitas terbaik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kita ingin memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam melakukan kurasi. Produk yang kita rekomendasikan harus benar-benar memiliki kualitas terbaik, memiliki identitas, serta siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Bunda Sinta, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan bahwa proses kurasi tidak hanya sebatas memilih produk yang menarik secara visual, melainkan mencakup penilaian menyeluruh terhadap kualitas, keaslian, fungsi, inovasi, hingga potensi pasar.
“Tenun dan kriya NTB memiliki nilai budaya yang luar biasa. Namun, agar mampu berkembang dan diterima pasar, produk kita harus memiliki kualitas, cerita, fungsi, dan nilai jual yang kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda NTB, H. Lalu Wiranata, menegaskan bahwa penguatan kurasi harus menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan industri kreatif daerah.
Menurutnya, produk wastra dan kriya NTB tidak cukup hanya mengandalkan nilai budaya, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan industri, memenuhi standar kualitas, dan menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Kurasi menjadi pintu masuk agar produk-produk kita lebih terarah. Kita harus memastikan produk yang dihasilkan perajin memiliki kualitas yang konsisten, mampu memenuhi standar pasar, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disperindag NTB bersama Dekranasda akan terus mendorong pembinaan dan pendampingan bagi para perajin agar mampu menghasilkan produk yang semakin kompetitif.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik kurasi, pengembangan produk, tren industri fesyen, standar kualitas, hingga strategi pengembangan produk berbasis budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda NTB berupaya membangun standar kurasi yang sama mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Dengan demikian, produk unggulan yang lolos seleksi daerah telah memiliki kualitas yang siap bersaing dalam berbagai ajang promosi maupun kurasi di tingkat nasional.
Ke depan, penguatan sektor wastra dan kriya NTB akan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas perajin, pendampingan berkelanjutan, pengembangan produk yang berorientasi pasar, serta perlindungan karya melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dekranasda NTB optimistis penerapan standar kurasi yang profesional akan menjadikan wastra dan kriya daerah sebagai produk unggulan bernilai tambah tinggi yang mampu menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Penguatan kurasi ini menjadi langkah nyata untuk membawa produk lokal NTB semakin dikenal, diminati, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










