Bupati Jarot Siapkan Pasukan ‘Juleha’ Bersertifikat, Sambut Proyek Unggas Rp1,7 Triliun di Sumbawa

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Khusus Unggas Angkatan I Tahun 2026 di Hotel Tambora Sumbawa Besar sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja untuk proyek hilirisasi unggas Rp1,7 triliun.

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Khusus Unggas Angkatan I Tahun 2026 di Hotel Tambora Sumbawa Besar sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja untuk proyek hilirisasi unggas Rp1,7 triliun.

SUMBAWAPOST.com | Sumbawa Besar- Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan sumber daya manusia unggulan untuk menyambut hadirnya program hilirisasi unggas terintegrasi senilai Rp1,7 triliun yang akan segera dibangun di daerah tersebut. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mencetak juru sembelih halal (Juleha) bersertifikat guna memperkuat ekosistem halal sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja industri unggas modern.

Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Khusus Unggas Angkatan I Tahun 2026 oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Hotel Tambora Sumbawa Besar, Selasa (23/6/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) dengan Halal Institut Jakarta. Para peserta dipersiapkan menjadi Juleha yang kompeten dan bersertifikat untuk mendukung pengembangan industri halal di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa pelatihan Juleha memiliki nilai strategis dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, keberadaan tenaga Juleha bersertifikat akan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan sumber daya manusia pada proyek hilirisasi unggas terintegrasi yang segera direalisasikan di Sumbawa.

Baca Juga :  LPG 3 Kg Masih Langka di NTB, Wagub Umi Dinda Angkat Bicara

“Program hilirisasi unggas terintegrasi yang akan segera hadir di Sumbawa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Para juru sembelih halal yang telah memiliki sertifikasi akan menjadi salah satu prioritas untuk diserap dalam program tersebut,” ujarnya.

Bupati Jarot menjelaskan, profesi juru sembelih halal tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi aspek regulasi dan standar industri, tetapi juga menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem halal yang kuat, profesional, dan berdaya saing.

Karena itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk secara bertahap memenuhi kewajiban sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pasar bagi produk-produk lokal Sumbawa.

Selain aspek industri dan ekonomi, Bupati Jarot juga mengingatkan bahwa profesi Juleha memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang besar. Seorang juru sembelih halal, menurutnya, tidak cukup hanya menguasai teknik penyembelihan yang benar, tetapi juga harus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam profesi tersebut.

Baca Juga :  GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa

“Penyembelihan hewan bukan hanya soal halal secara formal. Ketika kita memutuskan nyawa makhluk hidup, maka proses itu harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan penghayatan agar menghadirkan keberkahan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Bupati berharap seluruh peserta pelatihan tidak sekadar mengejar sertifikat sebagai bukti kompetensi formal, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai spiritual yang melekat dalam profesi juru sembelih halal.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis dapat melahirkan pasukan Juleha bersertifikat yang profesional, kompeten, dan siap mendukung pengembangan industri halal serta proyek hilirisasi unggas Rp1,7 triliun yang diproyeksikan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja baru di Kabupaten Sumbawa.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru