SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap lonjakan signifikan ancaman siber di Indonesia yang mencapai miliaran kasus dalam beberapa tahun terakhir. Data tersebut menjadi alarm serius bagi penguatan keamanan digital di daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menyebutkan bahwa pada 2020 tercatat sekitar 400 juta anomali siber. Jumlah itu melonjak drastis menjadi 5,5 miliar pada 2025, dan hingga pertengahan 2026 sudah mencapai 2,1 miliar anomali atau setara 148 ancaman setiap detik.
Namun, BSSN menilai ancaman terbesar justru bukan hanya dari peretas, melainkan faktor manusia (human error) dalam penggunaan teknologi digital.
Kesalahan seperti penggunaan password lemah, email kedinasan untuk kepentingan pribadi, perangkat terinfeksi malware, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk skenario phishing menjadi celah utama serangan siber.
“Menghadapi situasi eskalasi serangan ini, kami sangat mendorong Provinsi NTB untuk segera membentuk Forum Komunikasi Keamanan Siber dan Sandi Daerah (Forkomsanda) guna memperkuat koordinasi, pertukaran informasi tanggap darurat, dan ketahanan ekosistem siber secara menyeluruh demi mewujudkan ruang siber yang nyaman karena aman,” jelas Nugroho saat menyampaikan paparan terkait lonjakan ancaman siber dalam forum keamanan digital di Universitas Mataram. Selasa (23/6/2026).
Penguatan keamanan siber di NTB juga melibatkan perguruan tinggi, khususnya Universitas Mataram (UNRAM). Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN dengan UPA TIK Universitas Mataram.
Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menegaskan bahwa kerja sama ini penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan digital.
“Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan sangat berdampak, tidak hanya bagi mahasiswa kami, tetapi juga dosen dan pengembangan SDM berikutnya. Kami mengharapkan Bapak Kepala BSSN suatu saat bisa hadir kembali untuk melatih mahasiswa kami secara langsung mengenai operasi digital serta melakukan riset bersama,” ujar Rektor Unram.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, atau akrab disapa Umi Dinda menegaskan bahwa keamanan siber menjadi fondasi penting dalam pembangunan Smart Government di daerah.
Menurut Umi Dinda, digitalisasi layanan publik tidak akan berarti tanpa sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data masyarakat.
“Bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat, keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi informasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Oleh karena itu, infrastruktur dan aplikasi harus didukung dengan sistem keamanan yang kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi insiden,” tegas Wagub Umi Dinda.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan kolaborasi lintas sektor.
“Smart Government bukan sekadar digitalisasi layanan, melainkan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, dan dapat dipercaya masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan kolaborasi erat untuk tidak hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga membangun budaya kesadaran keamanan digital di seluruh lini pemerintahan,” tambahnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










