5,5 Miliar Serangan Siber Menggila, NTB Perketat Pertahanan Data Hadapi ‘Perang Digital’ Tiap Detik

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB bersama BSSN dan Universitas Mataram dalam kegiatan penguatan keamanan siber lintas sektor di Mataram.

Wakil Gubernur NTB bersama BSSN dan Universitas Mataram dalam kegiatan penguatan keamanan siber lintas sektor di Mataram.

SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Transformasi digital telah mengubah wajah pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Namun di balik kemudahan itu, muncul ancaman besar yang kian mengkhawatirkan: serangan siber yang menjadikan data sebagai target utama.

Hal ini menjadi sorotan dalam kegiatan Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah NTB dan Sekitarnya yang digelar di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram, Selasa (23/6/2026).

Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan siber sebagai fondasi transformasi digital.

Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) kepada Universitas Mataram dan lima pemerintah kabupaten, serta penghargaan kepada Pemprov NTB atas keberhasilan integrasi TTIS di seluruh wilayah NTB ke sistem nasional.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa keamanan siber merupakan kunci menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga :  Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG

“Bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat, keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi informasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Oleh karena itu, infrastruktur dan aplikasi harus didukung dengan sistem keamanan yang kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi insiden,” tegas Wagub.

Ia menambahkan bahwa Smart Government harus dibangun tidak hanya dari digitalisasi layanan, tetapi juga keamanan sistem yang kuat.

“Smart Government bukan sekadar digitalisasi layanan, melainkan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, dan dapat dipercaya masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan kolaborasi erat untuk tidak hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga membangun budaya kesadaran keamanan digital di seluruh lini pemerintahan,” tambahnya.

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, mengungkap lonjakan besar ancaman siber di Indonesia. Tahun 2020 tercatat sekitar 400 juta anomali siber, lalu melonjak menjadi 5,5 miliar pada 2025. Hingga pertengahan 2026, sudah ditemukan sekitar 2,1 miliar anomali atau setara 148 ancaman per detik.

Baca Juga :  Badai NTB di Perkara ITE, 4 Guru Besar hingga Mantan Gubernur NTB Pasang Badan

Menurut BSSN, faktor terbesar justru berasal dari human error, seperti password lemah, email kedinasan disalahgunakan, perangkat terinfeksi malware, hingga penyalahgunaan AI untuk phishing.

“Menghadapi situasi eskalasi serangan ini, kami sangat mendorong Provinsi NTB untuk segera membentuk Forum Komunikasi Keamanan Siber dan Sandi Daerah (Forkomsanda) guna memperkuat koordinasi, pertukaran informasi tanggap darurat, dan ketahanan ekosistem siber secara menyeluruh demi mewujudkan ruang siber yang nyaman karena aman,” jelas Nugroho.

Universitas Mataram juga ikut memperkuat ekosistem keamanan siber melalui kerja sama dengan BSSN lewat MoA penguatan SDM digital.

Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, berharap kolaborasi ini berlanjut dalam bentuk pelatihan dan riset berkelanjutan.

“Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan sangat berdampak, tidak hanya bagi mahasiswa kami, tetapi juga dosen dan pengembangan SDM berikutnya,” ujarnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru