SUMBAWAPOST.com | Dompu- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, Iqbal Saputra, mendesak Kapolda NTB dan Mabes Polri untuk memberikan perhatian khusus terhadap persoalan peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Dompu.
Menurut Iqbal, maraknya kasus narkoba yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak, terutama aparat penegak hukum.
Ia menilai berbagai penangkapan, penggerebekan, serta informasi yang berkembang di tengah masyarakat menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Kasus narkoba kian merajalela di Kabupaten Dompu. Dibuktikan dengan beberapa kasus dan isu akhir-akhir ini yang terus digaungkan oleh masyarakat,” ujar Iqbal, Selasa (23/6/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.
Ia kembali menegaskan bahwa berbagai peristiwa yang terjadi di lapangan merupakan indikator yang menunjukkan perlunya langkah penanganan yang lebih masif.
“Dengan adanya beberapa bukti yang terjadi di kalangan masyarakat, seperti penangkapan dan penggerebekan dan lain-lain sebagainya, itu adalah bukti bahwasanya narkoba makin merajalela di Kabupaten Dompu,” katanya.
Iqbal menilai kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian khusus, terutama bagi jajaran Kepolisian di tingkat daerah maupun pusat.
Menurutnya, perlu dilakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan adanya oknum aparat yang disebut-sebut memiliki aset tidak wajar.
“Dan ini mestinya menjadi perhatian khusus oleh semua pihak lebih khusus Kapolda NTB dan Mabes Polri. Masifnya peredaran ini seolah-olah terjadi pembiaran yang dilakukan oleh APH. Kami meyakini hal seperti itu terjadi disebabkan oleh beberapa indikator, salah satunya adalah kekayaan atau aset yang tidak wajar dari seorang oknum anggota Resnarkoba Polres Dompu,” tegasnya.
Karena itu, HMI Cabang Dompu mendesak Kapolda NTB dan Kapolri untuk membentuk tim khusus guna mengusut kebenaran informasi yang berkembang tersebut.
“Oleh sebab itu kami mendesak Bapak Kapolda NTB dan Kapolri untuk segera mengidentifikasi dan mengusut kebenaran informasi ini demi menjaga marwah institusi Polri,” ujarnya.
Iqbal mengaku pihaknya memperoleh sejumlah informasi dan hasil investigasi internal terkait dugaan kepemilikan aset yang disebut tidak sejalan dengan profil pendapatan seorang oknum anggota Resnarkoba Polres Dompu berinisial IS.
Ia menyebut oknum tersebut diduga memiliki sejumlah aset berupa properti, lahan pertanian, peternakan kuda, kendaraan hingga aset lainnya.
“Berdasarkan investigasi dan informasi yang kami himpun, oknum tersebut diduga memiliki aset yang tidak sesuai dengan profil pendapatannya. Oknum (Inisial IS) ini juga diduga menggunakan beberapa rekening berbeda milik keluarganya sebagai penampung dana,” ungkapnya.
HMI Dompu juga meminta aparat berwenang melakukan penelusuran terhadap asal-usul aset yang disebutkan tersebut melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Melalui pernyataan ini, kami meminta agar Bapak Kapolda NTB dan Kapolri membentuk tim khusus guna mengusut tuntas asal-usul kekayaan ini, termasuk menelusuri rekening-rekening keluarga yang digunakan,” katanya.
Selain meminta Kepolisian melakukan penyelidikan, HMI Dompu juga mendesak agar lembaga antirasuah turut melakukan audit terhadap laporan harta kekayaan pihak yang dimaksud.
“Kami percaya pihak Kepolisian di bawah kepemimpinan Bapak Kapolda dan Kapolri akan bertindak transparan, adil, dan objektif,” ujar Iqbal.
“Terakhir kami juga meminta KPK untuk mengaudit LHKPN oknum anggota Resnarkoba Polres Dompu yang dimaksud,” pungkasnya.
Catatan Redaksi: Seluruh informasi terkait dugaan kepemilikan aset dan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba sebagaimana disebutkan dalam berita ini merupakan pernyataan dan desakan dari Ketua HMI Cabang Dompu. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










