SUMBAWAPOST.com | Mataram- Sebanyak 4,3 ton sampah berhasil diangkut dari sepanjang Jalan Bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok dalam aksi gotong royong massal yang digelar dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Temuan volume sampah tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan bersih-bersih yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB bersama berbagai elemen masyarakat.
Kepala Dinas LHK NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 5 Juni 2026.
“Sejak 5 Juni, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari Pasar Pangan Murah di TPA Regional Kebon Kongok dan Kantor Desa Taman Ayu, penyaluran dana kompensasi dampak negatif kepada delapan desa di sekitar TPA Regional Kebon Kongok, aksi gotong royong massal di sepanjang Jalan Bypass BIZAM yang berhasil mengangkut sekitar 4,3 ton sampah, hingga penyelenggaraan berbagai perlombaan seperti Wana Lestari, tenis meja, bola voli, dan bulu tangkis,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Sabtu (20/6/2026)
Menurut Didik, angka 4,3 ton sampah tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Aksi gotong royong ini melibatkan unsur pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang turun langsung membersihkan kawasan strategis yang menjadi salah satu pintu masuk utama menuju Pulau Lombok.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran akibat sampah yang dibuang sembarangan.
Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di NTB sendiri dipusatkan di Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa, Kecamatan Narmada, dengan berbagai agenda seperti apel siaga, pasar rakyat, pameran UMKM, hingga penanaman pohon.
Didik menegaskan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri, dalam mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik bagi generasi penerus dimasa depan,” pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










