IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPD IMM NTB, Mahmud, menyampaikan sikap organisasi yang menolak kenaikan harga BBM dan mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi membebani masyarakat serta memicu gejolak sosial.

Ketua Umum DPD IMM NTB, Mahmud, menyampaikan sikap organisasi yang menolak kenaikan harga BBM dan mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi membebani masyarakat serta memicu gejolak sosial.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya tekanan biaya hidup dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Ketua Umum DPD IMM NTB, Mahmud, menegaskan bahwa kebijakan kenaikan BBM tidak dapat dipandang semata-mata sebagai langkah ekonomi atau fiskal. Menurutnya, pemerintah juga harus mempertimbangkan dampak sosial yang akan dirasakan oleh jutaan masyarakat Indonesia.

Harga BBM Bersubsidi Naik
Harga BBM yang Bersumber dari PT Pertamina Patra Niaga

Mahmud menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini semakin berat akibat gejolak pasar keuangan dan pelemahan rupiah. Situasi tersebut, kata dia, semakin diperparah dengan kenaikan harga BBM yang berpotensi mendorong naiknya biaya transportasi, distribusi barang, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga harga kebutuhan pokok.

“Dengan demikian kami mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi keputusan kenaikan BBM. Kebijakan ini berpotensi memperbesar beban masyarakat yang saat ini sudah menghadapi berbagai kesulitan ekonomi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Sabtu (20/6/2026).

Lebih lanjut, Mahmud menilai kondisi ekonomi nasional saat ini belum cukup kuat untuk menanggung dampak lanjutan dari kenaikan harga energi. Menurutnya, pelemahan rupiah, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta ketidakpastian ekonomi global seharusnya menjadi pertimbangan utama pemerintah sebelum mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan rendah akan menjadi pihak yang paling terdampak apabila harga BBM mengalami kenaikan. Kelompok tersebut meliputi petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, serta pekerja sektor informal.

“Kebijakan publik harus berpijak pada realitas yang dihadapi masyarakat. Jangan sampai alasan stabilitas fiskal dijadikan pembenaran untuk mengorbankan kesejahteraan rakyat, dan Pemerintah harus mencari solusi yang lebih berkeadilan tanpa membebankan seluruh konsekuensi ekonomi kepada masyarakat saat ini,” jelasnya.

Mahmud juga mendorong pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, serta kelompok masyarakat lainnya untuk mengkaji kembali dampak kebijakan tersebut secara menyeluruh.

Baca Juga :  Harga Cabai Bikin Pedas Kantong Warga, Dinas Pertanian NTB Turun Gunung Cek Pasokan di Lombok Tengah

Menurutnya, pemerintah belakangan ini dinilai kurang terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat terkait sejumlah kebijakan publik.

“Menurutnya belakangan ini pemerintah sangat anti terhadap kritikan dan masukan masyarakat terhadap kebijakan yang cenderung korup, alih alih pemerintah menganggap itu sebuah cacian dan fitnah,” ungkapnya.

Karena itu, Mahmud meminta Presiden Prabowo Subianto untuk lebih terbuka dalam menerima kritik dan aspirasi masyarakat terkait kebijakan kenaikan BBM.

Ia menilai, kenaikan harga BBM berpotensi memicu dampak yang lebih luas terhadap stabilitas sosial, termasuk munculnya aksi-aksi protes dari mahasiswa maupun masyarakat.

“Jika pemerintah mengabaikan aspirasi ini dan tetap mempertahankan kebijakan yang merugikan rakyat, maka tidak menutup kemungkinan akan muncul gelombang penolakan yang lebih luas,” tutupnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru