Inilah ‘Daftar Belanja’ NTB yang Dibawa Gubernur Iqbal ke BRIN

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan audiensi dengan Kepala BRIN di Jakarta untuk membahas dukungan riset terkait air bersih, teknologi perikanan, dan pengembangan pakan ternak bagi pembangunan NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan audiensi dengan Kepala BRIN di Jakarta untuk membahas dukungan riset terkait air bersih, teknologi perikanan, dan pengembangan pakan ternak bagi pembangunan NTB.

SUMBAWAPOST.com | Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., membawa sejumlah kebutuhan strategis daerah saat melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB mengajukan dukungan riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penyediaan air bersih, pengembangan teknologi perikanan, hingga penguatan sektor peternakan berbasis potensi lokal.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, serta Kepala Dinas ESDM NTB.

Salah satu isu utama yang dibawa Gubernur Iqbal adalah persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah NTB. Kawasan selatan Pulau Lombok, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta wilayah selatan Pulau Sumbawa masih menghadapi keterbatasan sumber air yang menjadi tantangan pembangunan daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan penelitian sumber daya air nonkonvensional melalui pemanfaatan teknologi isotop dan citra satelit guna mengidentifikasi potensi aliran sungai bawah tanah.

Baca Juga :  Gubernur NTB Miq Iqbal Siapkan Dana Hingga Rp500 Juta Lewat Program Desa Berdaya

Teknologi tersebut sebelumnya pernah diterapkan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dinilai memiliki peluang besar untuk diterapkan di NTB yang memiliki karakteristik wilayah serupa pada sejumlah kawasan.

Selain sektor air bersih, Gubernur Iqbal juga meminta dukungan BRIN dalam pengembangan teknologi budidaya perikanan yang lebih modern dan produktif.

Meskipun NTB dikenal sebagai salah satu daerah penghasil udang vaname dan memiliki potensi perikanan yang besar, sektor budidaya dinilai masih perlu diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Pengembangan teknologi budidaya, termasuk sistem bioflok, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan pelaku usaha perikanan di daerah.

Tak hanya itu, sektor peternakan juga masuk dalam daftar prioritas yang dibawa Pemprov NTB ke BRIN. Dengan produksi jagung yang mencapai sekitar 2 juta ton per tahun, NTB dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri pakan ternak unggas berbasis bahan baku lokal.

Baca Juga :  Iqbal- Dinda Jadikan Bappeda sebagai Poros Intelijen Pembangunan NTB

Pemprov NTB mengusulkan penelitian pemanfaatan tanaman kelor sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai impor dalam formulasi pakan ternak. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian industri pakan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung agenda riset yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi NTB.

“BRIN siap mendukung pengembangan riset pada tiga tema prioritas yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB. Kami akan segera melakukan koordinasi dan kunjungan lapangan untuk menyiapkan langkah tindak lanjut yang terukur,” ujar Arif Satria.

Sebagai tindak lanjut, BRIN akan melakukan kajian lapangan serta menyusun program jangka pendek, menengah, dan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Gubernur Iqbal berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan BRIN dapat menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru