MTQ XXXI Lombok Tengah Jadi Tonggak Baru, NTB Mantapkan Visi Serambi Al-Qur’an

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Acara Kegiatan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB di Praya, Lombok Tengah, yang menjadi momentum penguatan visi Nusa Tenggara Barat menuju Serambi Al-Qur'an melalui pembinaan generasi Qurani dan penguatan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Suasana di Acara Kegiatan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB di Praya, Lombok Tengah, yang menjadi momentum penguatan visi Nusa Tenggara Barat menuju Serambi Al-Qur'an melalui pembinaan generasi Qurani dan penguatan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Ulasan: Tim Dinas Kominfotik NTB

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, bukan sekadar agenda tahunan atau ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an. Perhelatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an, menumbuhkan semangat persaudaraan, serta membangun optimisme baru bagi kebangkitan prestasi Qur’ani NTB di tingkat nasional maupun internasional.

Sejak pawai ta’aruf hingga malam pembukaan, masyarakat disuguhkan bukan hanya kemeriahan acara, tetapi juga semangat kebersamaan yang lahir dari kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ribuan warga memadati arena kegiatan dengan penuh antusias, sementara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lintas agama hadir dalam suasana yang harmonis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa syiar Islam di Nusa Tenggara Barat berjalan berdampingan dengan nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat menjaga persatuan. Harmoni sosial seperti inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama NTB dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus inklusif.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Lombok Tengah juga menunjukkan kesiapan dan kapasitas yang patut diapresiasi. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Lalu Pathul Bahri, seluruh rangkaian MTQ dipersiapkan secara matang sehingga menghadirkan penyelenggaraan yang mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak.

Arena utama yang megah, lokasi perlombaan yang representatif, pelayanan yang tertata baik, hingga penampilan Tarian Kolosal Rahmatan Lil ‘Alamin pada malam pembukaan menjadi gambaran bagaimana syiar Islam dapat dipadukan dengan kekayaan seni budaya daerah dalam sebuah penyelenggaraan yang profesional.

Namun demikian, nilai terpenting dari MTQ XXXI sesungguhnya tidak terletak pada kemegahan panggung atau meriahnya seremoni. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya keyakinan bahwa NTB memiliki modal sosial, budaya, dan spiritual yang kuat untuk menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an di Indonesia.

Baca Juga :  Lombok Tengah Sabet Juara Umum MTQ XXXI NTB 2026, Borong 13 Emas dan Tegaskan Dominasi Generasi Qurani

Apresiasi yang disampaikan Sekretaris Umum LPTQ Pusat, Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, terhadap tingginya kecintaan masyarakat NTB kepada Al-Qur’an menjadi pengakuan bahwa budaya Qur’ani di daerah ini berkembang dengan baik dan memiliki potensi besar untuk terus diperkuat.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang menempatkan MTQ sebagai bagian dari upaya besar mewujudkan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan literasi Al-Qur’an, pembinaan qari dan qariah, serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari itu, cita-cita tersebut diharapkan mampu mengembalikan posisi NTB sebagai daerah yang diperhitungkan dalam ajang MTQ tingkat nasional sekaligus melahirkan generasi Qur’ani yang mampu berprestasi di tingkat internasional.

Karena itu, MTQ tidak boleh dipahami hanya sebagai perlombaan semata. MTQ merupakan bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan untuk menemukan, membina, dan mempersiapkan generasi terbaik yang akan membawa nama baik daerah pada berbagai ajang keagamaan.

Prestasi sejati bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara pada akhir perlombaan, tetapi tentang bagaimana daerah mampu membangun sistem pembinaan yang terus melahirkan kader-kader Qur’ani berkualitas dari waktu ke waktu.

Sepanjang pelaksanaan MTQ XXXI, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Berbagai dinamika yang muncul, mulai dari keberatan terhadap hasil penilaian, persoalan substansi soal, hingga kendala teknis pelaksanaan, merupakan hal yang lazim terjadi dalam kegiatan berskala besar.

Yang patut diapresiasi adalah keterbukaan panitia dan dewan hakim dalam memberikan penjelasan, melakukan evaluasi, serta memastikan seluruh persoalan ditangani berdasarkan aturan dan pedoman yang berlaku. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap integritas dan marwah MTQ.

Baca Juga :  ASN Baru Wajib Bawa Pohon! Pemkot Bima: Sebelum Tanam Karier, Tanam Dulu Ketapang

Kini seluruh babak penyisihan telah selesai dilaksanakan dan menghasilkan para finalis terbaik dari berbagai cabang musabaqah. Kompetisi yang berlangsung secara sehat dan sportif menunjukkan bahwa semangat para kafilah dari sepuluh kabupaten dan kota di NTB tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada upaya memuliakan Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Kesuksesan MTQ XXXI juga membuktikan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama keberhasilan. Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, LPTQ, dewan hakim, panitia, aparat keamanan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat telah bekerja bersama menghadirkan penyelenggaraan yang tertib, nyaman, dan bermartabat.

Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi Qur’ani yang kuat dan berkelanjutan di Bumi Gora.

Menjelang babak final, harapan besar tertuju kepada dewan hakim agar terus menjunjung tinggi profesionalisme, objektivitas, dan keadilan dalam setiap proses penilaian. Dari proses yang kredibel akan lahir para juara terbaik yang tidak hanya layak mewakili NTB, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQ XXXI tidak diukur dari megahnya seremoni ataupun banyaknya piala yang diperebutkan. Nilai utama yang harus diwariskan adalah tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, semakin kuatnya persaudaraan dalam keberagaman, serta terbangunnya komitmen bersama untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.

Jika semangat yang tumbuh di Praya terus dijaga melalui pembinaan yang berkelanjutan, dukungan semua pihak, serta integritas yang tetap terpelihara, maka MTQ XXXI akan dikenang bukan hanya sebagai penyelenggaraan yang sukses, melainkan sebagai tonggak penting dalam perjalanan Nusa Tenggara Barat menuju Serambi Al-Qur’an dan kebangkitan prestasi Qur’ani di tingkat nasional maupun dunia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan
Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat
Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya
SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru
Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini
Bupati Sumbawa Jemput Bola ke NAM Air, Dorong Rute Baru Pacu Investasi dan Ekonomi
Gubernur NTB Siapkan Langkah Tegas Berantas Narkoba, Miq Iqbal: Pekan Depan Arah Penanganan Diputuskan
KPU NTB Gandeng BKKBN, Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilih Pemula
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:31 WIB

Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:03 WIB

Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02 WIB

SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:52 WIB

Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini

Berita Terbaru