500 Anak Muda Padati TIM, The Unpopular Fest 2026 Desak Negara Lindungi Generasi dari Ancaman Rokok

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan anak muda menghadiri The Unpopular Fest 2026 yang digelar IYCTC di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia.

Ratusan anak muda menghadiri The Unpopular Fest 2026 yang digelar IYCTC di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia.

SUMBAWAPOST.com | Jakarta- Lebih dari 500 anak muda memadati Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dalam gelaran The Unpopular Fest 2026 yang diinisiasi Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC).

Festival yang menggabungkan seni pertunjukan teater musikal dengan advokasi kebijakan tersebut digelar bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 DKI Jakarta.

Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra, mengatakan isu pengendalian rokok selama ini sering dianggap tidak populer oleh para pembuat kebijakan, meskipun dampaknya sangat besar terhadap kesehatan masyarakat dan masa depan generasi muda Indonesia.

“Kebijakan pengendalian rokok ini dinilai tidak populer karena kuatnya pengaruh industri rokok. Saat ini, negara kita seperti terperangkap pada logika extractive institutions, sementara warga negaranya tidak terorganisasi sebagai kekuatan yang populer. Padahal, ada 70 juta perokok aktif di Indonesia, yang berarti ada sekitar 200 juta penduduk non-perokok yang hak udaranya terancam setiap hari,” ujar Manik, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (11/6/2026).

Baca Juga :  Kader Partai Golkar Dae Yandi Nyaris Tak Ada Lawan, Pilkada Kabupaten Bima 2024 Tak Seru

Menurutnya, keberanian mengambil kebijakan yang berpihak pada kesehatan publik menjadi hal penting demi menyelamatkan jutaan anak Indonesia dari ancaman adiksi rokok.

“Kita tidak bisa terus berjalan di atas kebijakan yang hanya mencari aman di permukaan, sementara generasi muda kita perlahan hancur digerogoti adiksi rokok. Melalui gerakan Save Our Surroundings (SOS), kami ingin merangkul seluruh pihak untuk berani mengambil langkah yang mungkin saat ini tidak populer, tetapi sangat penting dalam menyelamatkan jutaan nyawa anak-anak di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Dompu, Istri dan Paman Pimpinan DPRD Dilaporkan ke KPK, GERAK Gelar Aksi Jilid II

Manik juga mengingatkan bahwa kebijakan yang hanya berorientasi pada popularitas tidak selalu mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

“Kebijakan yang populis terbukti tidak akan menyelesaikan masalah dari akarnya. Suatu hari bahkan kebijakan yang populis bisa berbalik arah menjadi senjata makan tuan apabila eksekusinya tidak cukup baik, seperti contohnya Makan Bergizi Gratis. Alih-alih didukung masyarakat, diskursusnya lebih banyak pada tata kelola,” tambahnya.

Sebagai puncak acara, delegasi muda DPRemaja 4.0 membacakan tujuh Manifesto Kebijakan Nasional yang berisi berbagai tuntutan penguatan pengendalian rokok dan perlindungan generasi muda Indonesia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru