Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran KPU NTB melakukan pertemuan dengan Sentra Paramita Mataram di Lombok Barat untuk menjajaki kerja sama pendidikan pemilih bagi kelompok rentan, marjinal, dan pemilih pemula di Nusa Tenggara Barat.

Jajaran KPU NTB melakukan pertemuan dengan Sentra Paramita Mataram di Lombok Barat untuk menjajaki kerja sama pendidikan pemilih bagi kelompok rentan, marjinal, dan pemilih pemula di Nusa Tenggara Barat.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pendidikan pemilih menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui program bertajuk ‘Stakeholder Day’, KPU NTB menjalin silaturahmi dengan Sentra Paramita Mataram di Bengkel, Lombok Barat, Senin (9/6/2026), untuk menjajaki kerja sama dalam pelaksanaan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula, kelompok rentan, dan kelompok marjinal di NTB.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KPU NTB dalam menghadirkan demokrasi yang inklusif, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan kepemiluan.

Dalam pertemuan tersebut, KPU NTB dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM Agus Hilman, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Bukhari, serta Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Mastur.

Agus Hilman menyampaikan bahwa KPU NTB melihat peluang besar untuk berkolaborasi dengan Sentra Paramita dalam memperluas jangkauan pendidikan pemilih kepada kelompok rentan dan marjinal yang menjadi binaan maupun sasaran layanan Kementerian Sosial.

Baca Juga :  Daftar ke KPU NTB, Iqbal-Dinda Miliki Modal 1,6 Juta Suara dari Koalisi Parpol

Dirinya berharap kerja sama yang dibangun dapat berjalan secara konkret dan berkelanjutan guna menghadirkan pendidikan pemilih yang lebih inklusif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus mendorong terwujudnya demokrasi yang partisipatif di Nusa Tenggara Barat.

“KPU NTB melihat peluang besar untuk berkolaborasi dengan Sentra Paramita dalam memperluas jangkauan pendidikan pemilih kepada kelompok rentan dan marjinal yang menjadi binaan maupun sasaran layanan Kementerian Sosial.”

Sementara itu, Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman Pembangun, menjelaskan bahwa Sentra Paramita Mataram merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah koordinasi langsung Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Menurutnya, layanan Sentra Paramita mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, kelompok rentan, korban bencana alam maupun sosial, hingga masyarakat yang membutuhkan dukungan kesejahteraan sosial lainnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Pilkada Serentak 2024, KPU NTB Minta PMII Harus Berperan Aktif

Arif juga menjelaskan bahwa Kementerian Sosial saat ini memiliki fokus layanan terhadap 12 kelompok prioritas atau 12-PAS, yakni fakir miskin, anak rentan, penyandang disabilitas, lansia terlantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana, kelompok afirmatif, warga binaan, korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat bermasalah sosial, serta perempuan rentan.

Dengan cakupan layanan yang luas tersebut, kolaborasi antara KPU NTB dan Sentra Paramita dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas akses pendidikan pemilih kepada kelompok-kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dalam memperoleh informasi dan edukasi demokrasi.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini dan tentu ingin berteman serta berkolaborasi dengan banyak kementerian maupun lembaga lainnya,” tutupnya.

Melalui sinergi ini, KPU NTB berharap pendidikan pemilih dapat menjangkau lebih luas, memperkuat partisipasi masyarakat dalam demokrasi, serta memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri
Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka
Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan
Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode
Eceng Gondok Bendungan Batujai Dibidik Jadi Produk Ekspor, Disperindag NTB Dorong Industri Bernilai Tambah
Bendungan Batujai Disiapkan Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Investasi Awal Capai Rp450 Miliar
NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut, Ketua DPRD Isvie Tegaskan Komitmen Kawal Rekomendasi BPK
Wagub NTB Optimalkan Program Desa Berdaya, APDESI Sebut Jadi Penopang Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:22 WIB

Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:42 WIB

Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15 WIB

Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode

Berita Terbaru