Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Roboh, Kerugian Tembus Rp1 Miliar, Polisi Pasang Garis Pengaman

Avatar

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian melakukan pengecekan dan pemasangan garis pengaman di area ruang guru SMAN 1 Lingsar yang roboh. Bangunan tersebut diduga ambruk akibat kondisi konstruksi yang rapuh dan kerusakan yang terjadi pascagempa.

Petugas kepolisian melakukan pengecekan dan pemasangan garis pengaman di area ruang guru SMAN 1 Lingsar yang roboh. Bangunan tersebut diduga ambruk akibat kondisi konstruksi yang rapuh dan kerusakan yang terjadi pascagempa.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Bangunan ruang guru di SMAN 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, roboh pada Minggu (7/6/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, sehingga tidak lagi mampu menahan beban konstruksi.

Laporan kejadian diterima sekitar pukul 12.00 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti bersama personel piket fungsi dan Pawas Aipda Dwi Budi Febrianto langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi, rombongan disambut sejumlah pihak terkait, di antaranya Kabid Cipta Karya PUPR Provinsi NTB Subhan Hadi, Kabid Pembinaan SMA H. Muhammad Tohajudin, Kepala SMAN 1 Lingsar Efendi Agung Wijaksana, serta Camat Lingsar Marzuqi.

Bhabinkamtibmas Desa Gontoran, Aipda I Gede Arya Suantara, menjelaskan bahwa hasil pengecekan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu.

“Dari informasi yang kami himpun, bangunan sempat mengalami retakan setelah gempa pada 29 Mei 2026. Pihak sekolah kemudian melakukan pengecekan dan memutuskan mengosongkan ruang guru demi keselamatan, karena kondisi atap sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Aipda I Gede Arya Suantara.

Baca Juga :  Terkuak! Bisnis Tambak Udang NTB Raup Rp34 Triliun, Tapi Rp2 Triliun PAD Hilang Tanpa Jejak

Langkah cepat pihak sekolah mengosongkan ruangan tersebut diduga berhasil menghindari risiko yang lebih besar, mengingat bangunan akhirnya roboh saat tidak digunakan.

Menurut keterangan penjaga sekolah, Juaini (40), suara gemuruh terdengar sekitar pukul 02.00 Wita dari arah bangunan ruang guru. Saat dilakukan pengecekan, bagian atap diketahui telah ambruk dan tembok belakang terlihat miring serta berpotensi ikut runtuh.

“Penjaga sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak tata usaha pada pagi hari, dan diteruskan kepada kepala sekolah untuk langkah penanganan lebih lanjut,” lanjut Arya Suantara.

Selain ruang guru yang roboh, terdapat dua bangunan lain yang juga masuk kategori rusak berat dan memerlukan perhatian serius. Kedua bangunan tersebut adalah Laboratorium Biologi serta ruang kelas XII IPS 5.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1,088 miliar. Kerusakan meliputi bangunan ruang guru, satu unit televisi 21 inci merek Polytron, serta dua unit AC merek Polytron.

Baca Juga :  Fraksi PPR DPRD NTB Bongkar Borok PT GNE: Total Utang Rp32,7 Miliar, Rugi Rp3,37 Miliar, Masih Dapat Suntikan Rp8 Miliar

Sebagai langkah antisipasi, personel kepolisian melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di area ruang guru, Laboratorium Biologi, serta ruang kelas XII IPS 5 guna mencegah aktivitas di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengimbau pihak sekolah untuk rutin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami mengingatkan pihak sekolah, agar terus memperhatikan kelayakan bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Jika ditemukan kondisi yang membahayakan, segera lakukan langkah pengamanan dan laporkan kepada instansi terkait maupun kepolisian,” ungkapnya.

AKP Wiwin Widarti juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat Polri 110 apabila menemukan situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

“Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat Polri 110, untuk pelaporan cepat saat terjadi keadaan darurat,” pesat AKP Wiwin Widarti.

Hingga saat ini, lokasi kejadian masih berada dalam pengawasan petugas. Aktivitas di sekitar bangunan terdampak juga dibatasi guna menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru