SUMBAWAPOST.com | Mataram- Gerakan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tidak hanya bertumbuh dari sisi kelembagaan dan infrastruktur, koperasi-koperasi tersebut kini mulai mencatatkan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat dengan total omzet yang telah menembus Rp1,4 miliar.
Komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat desa terus diperkuat melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Perkembangan terbaru program tersebut disampaikan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB dalam Dialog Interaktif Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram bertema ‘Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di NTB’, Selasa (2/6/2026).
Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Kepala Bidang Pembinaan Koperasi, Rahmadin, memaparkan berbagai capaian pembangunan KDKMP, mulai dari penguatan kelembagaan, pembangunan gerai koperasi, operasional usaha, kemitraan strategis, hingga capaian ekonomi yang terus meningkat.
Dalam dialog yang dipandu penyiar Ahmad Yani tersebut, Rahmadin menjelaskan bahwa perkembangan kelembagaan KDKMP menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga saat ini, sebanyak 1.043 KDKMP atau 89,45 persen telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dari jumlah tersebut, 804 KDKMP telah selesai diverifikasi oleh Dinas Koperasi dan UKM, sementara 76 KDKMP masih menunggu proses verifikasi. Selain itu, terdapat 100 KDKMP yang saat ini masih dalam tahapan pelaksanaan RAT.
“Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pengurus dan anggota koperasi dalam menjalankan tata kelola organisasi yang sehat dan akuntabel,” ujar Rahmadin.
Pada aspek pembangunan fisik, progres pembangunan gerai KDKMP di NTB juga menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 516 koperasi atau 44,25 persen dari total target telah memulai pembangunan gerai.
Sebanyak 51 KDKMP telah menyelesaikan pembangunan gerainya hingga 100 persen, sementara 465 koperasi lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan. Keberadaan gerai-gerai tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan berbagai layanan ekonomi lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Meski sebagian gerai masih dalam tahap pembangunan, sejumlah koperasi telah lebih dahulu menjalankan aktivitas usaha dan memberikan layanan kepada masyarakat. Tercatat sebanyak 149 KDKMP telah beroperasi secara aktif.
Beberapa koperasi yang telah menunjukkan perkembangan usaha antara lain KDKMP Ampenan Utara di Kota Mataram yang mengelola usaha sembako, agen Laku Pandai, dan berbagai layanan ekonomi lainnya.
Kemudian KDMP Ranjok di Kabupaten Lombok Barat yang mengoperasikan gerai dengan dukungan pemerintah desa melalui usaha LPG, sembako, layanan pos, dan berbagai usaha pendukung lainnya.
Selain itu, KDMP Bagek Nyaka Santri di Lombok Timur telah menjalankan usaha sebagai agen LPG, sementara KDKMP Bilelando di Lombok Tengah mengembangkan berbagai unit usaha mulai dari agen LPG, Laku Pandai, sembako, BRILink hingga layanan ekonomi lainnya.
Rahmadin juga mengungkapkan bahwa sejumlah KDKMP mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai mitra strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KDKMP Ampenan Utara, misalnya, telah menjadi pemasok kebutuhan dapur MBG dengan volume pasokan mingguan mencapai 195 kilogram tuna filet, 115 kilogram udang, 95 kilogram cumi-cumi, serta 3.500 roti.
Sementara itu, KDMP Ncandi di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, turut mendukung program MBG dengan memasok 250 kilogram beras dan 30 kilogram buah-buahan setiap minggu ke SPPG Amanah Dena yang berada di Desa Dena, Kecamatan Madapangga.
“Kemitraan seperti ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu mengambil peran strategis dalam mendukung program pemerintah sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Rahmadin.
Dari sisi kinerja ekonomi, perkembangan KDKMP di NTB juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga saat ini, total omzet koperasi telah mencapai Rp1.424.904.778. Selain itu, total aset yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.888.712.814 dengan laba bersih sebesar Rp191.551.943.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa Koperasi Merah Putih di NTB tidak hanya tumbuh dari aspek kelembagaan dan infrastruktur, tetapi juga telah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra usaha, Pemerintah Provinsi NTB optimistis Koperasi Merah Putih akan terus berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa yang kuat, mandiri, produktif, dan berkelanjutan di masa depan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










