KPU NTB Gelar ‘Sekolah Demokrasi’ di Lombok Barat, Warning Keras: Jangan Tukar Masa Depan dengan Uang Tunai

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU NTB Agus Hilman bersama jajaran KPU saat memberikan pendidikan pemilih kepada kelompok rentan di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU NTB Agus Hilman bersama jajaran KPU saat memberikan pendidikan pemilih kepada kelompok rentan di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- KPU Provinsi NTB terus menggencarkan pendidikan politik kepada masyarakat melalui program pendidikan pemilih bagi kelompok rentan di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang menggandeng KPU Kabupaten Lombok Barat itu menjadi bagian dari upaya membangun pemilih cerdas sekaligus memberi warning keras soal bahaya politik uang dalam demokrasi.

Melalui kegiatan yang dikemas layaknya ‘Sekolah Demokrasi’ tersebut, KPU NTB ingin memastikan kelompok rentan tetap memahami hak pilihnya dan terlibat aktif dalam setiap tahapan pemilu.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi NTB, Agus Hilman, menegaskan bahwa pendidikan pemilih harus terus dilakukan meski pelaksanaan Pemilu masih beberapa tahun lagi.

“Kerja KPU tidak berhenti setelah pemungutan suara selesai, melainkan tetap berlanjut melalui pendidikan pemilih dan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Agus Hilman juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang maupun tekanan tertentu.

Baca Juga :  HPP Tertinggi Sepanjang Sejarah, Gubernur NTB Klaim Petani Kini Lebih Sejahtera

“Pemilih cerdas adalah pemilih yang menentukan pilihan berdasarkan hati nurani dan pertimbangan rasional, bukan karena iming-iming uang atau tekanan tertentu,” tegas Hilman.

Ia mengingatkan, ketika suara rakyat mulai dipertukarkan dengan uang, maka kualitas demokrasi akan semakin melemah dan kehilangan makna substansialnya.

“Ketika suara dipertukarkan dengan uang, maka Demokrasi yang sehat sulit terwujud,” ujarnya di hadapan peserta.

Selain memberikan pendidikan politik, KPU NTB juga meminta masyarakat aktif memberikan informasi apabila terdapat perubahan data pemilih maupun persoalan lain yang berkaitan dengan kepemiluan.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi NTB, Mastur, mengingatkan bahwa menjaga integritas pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga menjadi kewajiban moral seluruh warga negara.

Menurutnya, praktik politik uang masih menjadi tantangan serius dalam setiap pelaksanaan pemilu. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai moral yang hidup di tengah masyarakat.
Mastur menilai pilihan politik masyarakat sangat menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.

Baca Juga :  KPU NTB Gandeng Kemenag Siarkan Pilkada Damai di Tempat Ibadah

“Karena itu, suara rakyat harus dijaga agar tidak dipengaruhi kepentingan sesaat maupun iming-iming materi,”tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah Desa Sesela, kepala kewilayahan atau kadus, serta tokoh masyarakat dalam membantu KPU memberikan pemahaman kepada warga, khususnya kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses informasi maupun kendala teknis saat menggunakan hak pilih di TPS.

Di akhir kegiatan, sejumlah warga turut menyampaikan pengalaman dan masukan terkait pelaksanaan pemilu sebelumnya, termasuk persoalan akses bagi pemilih lanjut usia dan kebutuhan pendampingan bagi pemilih rentan saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Melalui kegiatan ini, KPU NTB berharap kesadaran Politik masyarakat semakin meningkat sehingga demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga melahirkan pemilih yang Kritis, Rasional, dan Berintegritas.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

700 Patriot Olahraga Kota Mataram Siap Tempur di Porprov NTB 2026, Target 180 Medali Emas
PWI NTB Dukung Sukses Porprov 2026, Ajak Atlet Ukir Prestasi Menuju PON 2028
Bawaslu NTB Gandeng Hanura Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Soroti Pemutakhiran Data Partai Menuju Pemilu 2029
Bawaslu NTB Gandeng DPW PPP Evaluasi Pemilu 2024, Matangkan Persiapan Menuju Pemilu 2029
Postur APBD NTB 2027 Diproyeksikan Tembus Rp6,2 Triliun, DPRD Soroti Retribusi Gili dan TPP ASN
Dompet NTB Diprediksi Makin Tebal, Wagub Umi Dinda Ungkap Prioritas APBD 2027
KPU NTB Soroti Politik Uang dan Politik Identitas, Partai Diminta Rutin Perbarui Data SIPOL
KPU NTB Puji Terobosan KPU Lombok Timur, Pendidikan Demokrasi Pertama di Indonesia Masuk Madrasah Aliyah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:24 WIB

700 Patriot Olahraga Kota Mataram Siap Tempur di Porprov NTB 2026, Target 180 Medali Emas

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:59 WIB

PWI NTB Dukung Sukses Porprov 2026, Ajak Atlet Ukir Prestasi Menuju PON 2028

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:08 WIB

Bawaslu NTB Gandeng Hanura Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Soroti Pemutakhiran Data Partai Menuju Pemilu 2029

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:58 WIB

Bawaslu NTB Gandeng DPW PPP Evaluasi Pemilu 2024, Matangkan Persiapan Menuju Pemilu 2029

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:35 WIB

Postur APBD NTB 2027 Diproyeksikan Tembus Rp6,2 Triliun, DPRD Soroti Retribusi Gili dan TPP ASN

Berita Terbaru