SUMBAWAPOST.com | Mataram- Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023, Zulkieflimansyah, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan serius terkait dugaan aliran dana program NTBCare ke rekening pribadinya.
Meski mengaku enggan menanggapi isu lama, pria yang akrab disapa Bang Zul itu menilai klarifikasi perlu dilakukan agar tidak berkembang menjadi persepsi yang keliru di tengah publik.
“Saya sebenarnya agak malas merespon hal-hal yang sudah berlalu. Tapi kadang terpaksa juga harus dilakukan agar tidak melebar ke sana kemari,” ujarnya, dalam akun Facebook media sosialisasi milik Pribadinya Bang Zul Zulkieflimansyah, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, pembiaran terhadap isu yang tidak diluruskan berpotensi membentuk opini Publik yang dianggap sebagai Kebenaran, apalagi jika dibingkai dengan Tujuan tertentu.
“Karena kalau tidak direspon, lama-lama orang bisa mempersepsikannya sebagai sebuah kebenaran. Apalagi dilakukan dengan framing dengan tujuan tertentu,” tegasnya.
Terkait tuduhan adanya aliran dana sebesar Rp31 miliar dari NTBCare ke dirinya, Zulkieflimansyah menyebut hal tersebut sebagai tudingan yang sangat berlebihan.
“Tiba-tiba ada tuduhan dana NTBCare mengalir Rp31 M ke saya pribadi, ini keterlaluan juga. Maksudnya apa begini-begini ini?,” katanya.
Ia bahkan menantang agar dilakukan audit secara terbuka jika memang terdapat dugaan penyimpangan.
“Kalau mau diaudit, audit saja. Nggak usah ribut sana sini,” ujarnya.
Untuk memperkuat klarifikasinya, Zulkieflimansyah mengaku telah menghubungi Rizal Dilaga, yang menjabat sebagai Kepala BPKAD saat dirinya masih memimpin NTB. Dari komunikasi tersebut, ia menegaskan tidak pernah ada pengucuran dana hibah dalam jumlah besar kepada NTBCare.
“Nggak ada kata beliau kita pernah kasih hibah sampai ratusan miliar ke NTBCare. Kita cuma pernah bantu satu sepeda motor untuk operasional NTB Care, itu saja katanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa NTBCare selama ini merupakan gerakan sosial yang hadir untuk membantu masyarakat yang belum terjangkau layanan pemerintah secara optimal.
“NTBCare itu seperti gerakan sosial dan gerakan moral. Kalau ada yang butuh kursi roda dibantu, kalau mau nyeberang gratis dibantu Dishub, kalau tidak ada biaya rumah sakit ya NTBCare telpon untuk minta bantuan. Simple saja,” jelasnya.
Ia pun menyayangkan berkembangnya narasi yang dinilai terlalu jauh, seolah-olah terjadi penyimpangan anggaran dalam skala besar.
“Kok sekarang seram-seram amat seakan-akan ada korupsi ratusan miliar. Ampun deh,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Zulkieflimansyah menyampaikan keyakinannya bahwa isu tersebut bukan berasal dari pimpinan daerah saat ini, melainkan dari pihak-pihak tertentu yang mencoba membangun opini.
“Saya yakin yang begini-begini ini pasti bukan Pak Gubernur dan Ibu Wagub. Pembisik-pembisik mbok ya jangan kelewatan juga berselancarnya,” pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










