Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Abul Chair tersenyum bahagia usai dilantik sebagai Sekda NTB dalam prosesi di Pendopo Gubernur, Kamis (9/4/2026).

Keterangan Foto: Abul Chair tersenyum bahagia usai dilantik sebagai Sekda NTB dalam prosesi di Pendopo Gubernur, Kamis (9/4/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik Abul Chair sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Kamis (9/4/2026). Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Gubernur NTB pukul 17.00 Wita ini menandai dimulainya babak baru penguatan birokrasi di daerah tersebut.

Dalam prosesi tersebut, hadir Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Gubernur membacakan Keputusan Presiden Nomor 29/TPA/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB sebagai dasar pengangkatan Abul Chair secara definitif.

Iqbal mengaku lega setelah melalui proses panjang pengisian jabatan Sekda. Ia menyebut telah menerima informasi langsung dari Menteri Sekretaris Negara sebelum libur Lebaran bahwa Presiden telah menandatangani surat keputusan tersebut.

“Satu hari sebelum libur Lebaran, saya ditelepon Mensesneg, menyampaikan bahwa Bapak Presiden sudah menandatangani. Tapi setelah libur baru dikirimkan,” ujar Iqbal.

Ia juga menepis spekulasi yang sempat beredar terkait keberadaan surat keputusan tersebut. “Teman-teman media sering bertanya, katanya SK Sekda sudah di atas meja saya. Saya bilang, di atas meja saya cuma ada kacang rebus sama ubi rebus, tidak ada SK,” katanya, disambut tawa hadirin.

Iqbal menjelaskan, pengangkatan Sekda merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui mekanisme Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin langsung oleh Presiden.

“Jabatan Sekda ini adalah jabatan eselon I yang diputuskan melalui TPA. Itu sebabnya prosesnya panjang,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, posisi Sekda NTB yang sebelumnya diisi pelaksana tugas kini resmi dijabat oleh Abul Chair. Pemerintah Provinsi NTB berharap kehadiran Sekda definitif dapat memperkuat koordinasi birokrasi serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

Baca Juga :  Anggota Propam Polda NTB Tewas di Gili Bukan Karena Tenggelam, Tapi Karena Disiksa dan Ditinggal Mati Perlahan oleh Atasan Sendiri

Selain melantik Sekda, Iqbal juga melantik puluhan pejabat eselon II, III, dan IV. Momentum ini disebut sebagai awal fase baru birokrasi yang lebih terukur dan berbasis kinerja. “Ini belum selesai. Ini tahap awal dari proses panjang,” kata Iqbal.

Ia menetapkan tenggat waktu enam bulan sebagai tolok ukur awal kinerja para pejabat. “Kalau target enam bulan tidak tercapai, mohon maaf, harus dengan sukarela diganti,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kinerja menjadi parameter utama, sekaligus membuka ruang evaluasi jabatan secara terbuka dalam waktu relatif singkat.

Iqbal menegaskan bahwa tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks, baik dari faktor global, nasional, maupun daerah. Karena itu, pola kerja konvensional dinilai tidak lagi memadai.

“Bekerja seperti biasa saja sudah tidak lagi cukup. Kita harus bekerja extraordinary,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat. “Mimpi besar tidak boleh terhalang oleh anggaran kecil,” ujar Iqbal.

Menurutnya, birokrasi harus bertransformasi dari sekadar pelaksana program menjadi pengelola sumber daya yang adaptif dan inovatif.

Dalam arahannya, Iqbal menekankan pentingnya kerja kolektif dalam pemerintahan. Ia mengibaratkan pengelolaan pemerintahan seperti ibadah berjamaah. “Mari kita berjamaah untuk membangun NTB, sehingga kita mendapatkan 27 kali lipat pahalanya. Mudah-mudahan niat baik dan ikhtiar membangun NTB ke depan diridhoi, diberkahi dan dimudahkan oleh Allah SWT,” harapnya.

Peran Sekda yang kini dijabat Abul Chair dinilai krusial sebagai penggerak utama koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Iqbal juga menyampaikan bahwa dengan terisinya jabatan Sekda definitif, dirinya dapat lebih fokus melakukan konsolidasi program di luar daerah.

Baca Juga :  Kadis Peternakan NTB Luncurkan SIM LANTAS KWAN, Izin Lalu Lintas Ternak Kini Digital Mulai 1 Maret 2026

“Alhamdulillah hari ini kita sudah punya Sekda. Pak sekda nanti kita jarang bertemu karena saya harus banyak kegiatan di luar untuk mengkonsolidasikan program kita NTB. Nanti pak Sekda yang mengurus NTB dari dalam,” ungkapnya.

Iqbal turut menyinggung peran keluarga pejabat dalam menjaga profesionalitas birokrasi. “Yang dilantik adalah suaminya, yang bertanggung jawab adalah suaminya. Dukung dari belakang, tapi jangan masuk terlalu dalam ke urusan kantor,” katanya.

Ia menilai dukungan keluarga penting, namun tidak boleh mencampuri urusan profesional agar birokrasi tetap berjalan objektif.

Abul Chair yang dilantik sebagai Sekda NTB diketahui merupakan pria kelahiran Sumenep, Madura Jawa Timur dan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur.

Kehadirannya sebagai Sekda yang bukan putra daerah menjadi sorotan, namun Iqbal menegaskan bahwa ukuran utama tetap pada kinerja. “Kita sama-sama mencintai NTB dan mengabdi untuk membangun NTB ke depannya,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Gubernur juga melantik 34 pejabat eselon, terdiri dari 13 pejabat eselon II, 13 pejabat eselon III, dan delapan pejabat eselon IV. “Hari ini teman-teman sudah dilantik sebagai Eselon II, III dan IV,” ungkapnya.

Iqbal meminta seluruh pejabat menandatangani perjanjian kinerja sebagai bentuk komitmen. “Kalau selama enam bulan kinerja dan target tidak tercapai, mohon maaf bapak ibu harus secara sukarela mengundurkan diri dari jabatan,” tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa setiap keputusan publik tidak akan memuaskan semua pihak.

“Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi keputusan-keputusan ini,” ujarnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya
Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral
Lombok Tengah Dominasi Selancar Porprov XII NTB 2026, Sabet Emas di Tiga Divisi PSOI
Porprov XII NTB 2026: PSOI Pertandingkan Tiga Divisi, 27 Atlet dari Enam Daerah Adu Kemampuan di Tanjung Aan
Kalungkan Medali di Porprov XII NTB, Anggota DPRD Dr. Syamsuriansyah Janji Kawal Pembinaan Atlet
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:44 WIB

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral

Berita Terbaru